Fakta Ikan Cere, Ikan yang Dikenal sebagai Pembasmi Nyamuk

Ilustrasi ikan cere (Foter)

Penulis: Tanti Malasari, Editor: Nazarudin - Kamis, 13 Januari 2022 | 09:00 WIB

Sariagri - Ikan cere adalah ikan air tawar hias yang sering ditemukan di dalam got-got kecil, sungai ataupun rawa. Pada dasarnya ikan ini bukan berasal dari Indonesia, melainkan Amerika Serikat bagian Selatan dan Timur. Lalu kemudian populasinya mulai menyebar dan masuk ke perairan Indonesia sekitar tahun 1920. Ikan ini juga pertama kali diteliti oleh seorang ilmuwan bernama Wilhelm Peters, pada tahun 1859.

Selain memiliki nama ikan cere, ikan ini juga dikenal dengan nama ikan guppy. Hal ini dikarenakan keduanya masih satu keluarga, sehingga bentuknya terlihat snagat mirip. Meskipun berbadan mungil, ketahanan tubuh ikan ini sangat kuat. Mereka mampu bertahan di air dengan oksigen yang rendah dan kadar garam yang tinggi. Hal inilah yang membuatnya mampu bertahan hidup di selokan yang kotor dan mengandung banyak limbah.

Fakta menarik seputar ikan cere

1. Bisa berkembang biak meski sudah mati

Berdasarkan penelitian yang dilakukan, ditemukan ada hal unik yang dimiliki ikan ini. Mereka ternyata masih bisa melakukan proses berkembang biak meskipun telah mati. Hal ini disampaikan oleh ilmuwan asal University of California, yang menyebutkan bahwa sperma ikan jantan mampu bertahan selama 10 bulan di rahim betinanya. Jadi sang jantan sudah mati, ikan betina masih tetap bisa berkembang biak dan melahirkan telur-telurnya.

2. Bisa hidup sampai 2 tahun

Dikutip dari huffingtonpost, ikan ini mampu hidup sampai berusia 2 tahun. Usia ini biasanya hanya dimiliki oleh ikan betina. Pasalnya ikan betina memiliki rentan usia lebih lama dibandingkan ikan jantan, yang hanya bertahan sampai 4 bulan saja.

3. Pembasmi nyamuk

Di berbagai negara, ikan ini sering dimanfaatkan untuk membasmi nyamuk. Hal ini dikarenakan, makanan utama dari ikan ini adalah jentik-jentik nyamuk. Oleh karena itu, ikan ini mendapat julukan dengan sebutan 'mosquitofish' atau pembasmi nyamuk.

4. Jenis pakan

Selain jentik nyamuk, makanan lain yang bisa diberikan untuk ikan ini adalah makanan yang tinggi protein seperti pelet. Dalam sehari pakan diberikan sebanyak 2 kali di waktu pagi dan sore. Banyaknya takaran pakan adalah 3-5 persen dari total berat badan mereka

5. Cara berkembang biak

Ikan dengan nama latin Poecilia reticulata ini, berkembang biak dengan cara melahirkan. Proses perkembangbiakan cere dimulai saat ikan cere jantan mulai mengeluarkan zat khusus. Zat khusus ini akan masuk ke dalam tubuh ikan betina sehingga terjadi proses pembuahan. Setelah melewati kehamilan selama 28 hari, induk cere akan melahirkan sekitar 30 ekor bayi cere.

6. Mulai kawin dan berkembang biak di usia 6 minggu

Ikan ini memang dikenal sangat cepat berkembang biak. Bahkan ketika bayi cere dilahirkan, sang induk sudah siap untuk hamil lagi. Saat baru dilahirkan bayi-bayi cere sudah mandiri dan bisa hidup sendiri. Maka tak heran jika dalam waktu 6 minggu ikan cere sudah bisa kawin dan berkembang biak.

Baca Juga: Fakta Ikan Cere, Ikan yang Dikenal sebagai Pembasmi Nyamuk
Ini Rekomendasi Pakan Alami Ikan Louhan, Bikin Jenong dan Warnanya Semakin Cantik

7. Ikan yang rakus

Tak ada yang menyangka, ikan ini sangat rakus soal makanan, terutama ikan cere betina. Mereka bisa memakan 225 jentik nyamuk dalam satu jam. Jika diibaratkan, mereka memakan jentik nyamuk sebanyak 150% dari berat tubuhnya dalam sehari.

8. Bisa dikonsumsi

Selain digunakan sebagai ikan pancingan dan pakan hewan lainnya seperti ikan predator, kura-kura, dan burung, ikan ini juga bisa dikonsumsi. Meskipun berukuran kecil, rasa daging mereka sangat lezat dan gurih sehingga membuat harga jualnya cukup mahal.

Video Terkait :

Video Terkait