Bisa Dicontoh, Pemkot Jakut Ciptakan Pot Daur Ulang Sampah Residu

Pembuatan pot daur ulang sampah residu (Dok. Kominfotik Jakut)

Penulis: Gloria, Editor: M Kautsar - Kamis, 6 Januari 2022 | 16:20 WIB

Sariagri - Pemerintah Kota Jakarta Utara membuat pot dengan mendaur ulang sampah residu. Pembuatan tersebut dinamakan Pot Daur Ulang Sampah Residu (Potdasi).

Sampah residu merupakan sampah yang sulit untuk didaur ulang karena keterbatasan teknologi, biaya, sumber daya alam, maupun sumber daya manusia. Sampah ini tidak melulu berkaitan dengan sampah anorganik tetapi bisa juga organik seperti batok dan batang pohon kelapa, kulit duren dan nangka.

"Kita kumpulkan dan olah sampah residu seperti kain, kaos, sprei, kaleng, dan lain-lain untuk dikreasikan menjadi Potdasi. Itu sebagai salah satu strategi untuk pengurangan sampah ke TPST Bantar Gebang dan sirkular ekonomi. Nanti akan kita kembangkan dan adakan pelatihan cara pembuatan Potdasi bagi anggota Karang Taruna, kader PKK, Dasawisma, dan lainnya," ujar Kasudin LH Kota Administrasi Jakarta Utara, Achmad Hariadi saat dikonfirmasi, Rabu (5/1).

Pengolahan sampah residu tersebut merupakan gagasan dari Sudin Lingkungan Hidup (LH) Kota Administrasi Jakarta Utara sebagai tindak lanjut Instruksi Gubernur (Ingub) Provinsi DKI Jakarta Nomor 107 Tahun 2019 Tentang Pengurangan dan Pemilahan Sampah di Lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Saat ini, produk Potdasi juga sudah terdaftar dalam program JakPreneur dan BORJU.

"Kami mencoba dalam bentuk yang sedikit berbeda dan jajaran Sudin LH Kota Administrasi Jakarta Utara ingin memberikan semangat dan gairah agar Ingub Nomor 107 Tahun 2019 bisa berjalan dengan baik dan membawa manfaat," tutur Achmad.

Proses pembuatan Potdasi tergolong mudah dan sederhana. Biasanya barang bekas yang digunakan seperti limbah kaleng cat, galon air mineral, kain, kaos, celana, dan sprei sebagai bahan dasarnya.

Kemudian dicampur dengan semen dan pasir yang selanjutnya dibentuk menyerupai batang potong. Setelah itu di cat dengan menggunakan warna kulit pohon dan dikeringkan.

Baca Juga: Bisa Dicontoh, Pemkot Jakut Ciptakan Pot Daur Ulang Sampah Residu
3 Tahun Kumpulkan 10 Ribu Sampah Plastik dari Sungai, Gadis Asal Gresik Ini Ciptakan Museum

Dalam waktu satu hari, para perajin bisa menghasilkan sepuluh Potdasi yang dikreasikan bentuknya menyerupai batang pohon.

"Secara konsentrasi penuh bisa menghasilkan sepuluh Potdasi dalam sehari dengan melibatkan empat orang tenaga inti," jelas petugas Sudin LH Kota Administrasi Jakarta Utara, M.Ikhwan.

Harga juga Potdasi mencakup Rp25 ribu hingga Rp30 ribu. Penjualan pun dilakukan secara online dan offline.

Video Terkait