Nilai Tukar Rupiah Senin Sore Melemah Tipis Jadi Rp14.266 per Dolar AS

Ilustrasi rupiah di antara dolar AS (Istimewa)

Editor: Yoyok - Senin, 3 Januari 2022 | 15:24 WIB

Sariagri - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di pasar spot pada awal pekan tahun baru ini, Senin (3/1) sore, ditutup melemah tipis 3 poin atau 0,02 persen menjadi Rp14.266 per dolar AS dibandingkan posisi penutupan akhir pekan lalu Rp14.263 per dolar AS.

Selain rupiah, hingga pukul 15.00 WIB, mayoritas nilai tukar mata uang di kawasan Asia juga kalah tipis melawan dolar AS, di antaranya yen Jepang terkoreksi 0,17 persen, dolar Hong Kong turun 0,02 persen, dolar Singapura turun 0,01 persen, krown Korea tergerus 0,16 persen, peso Filipina turun 0,01 persen, dan ringgit Malaysia turun 0,10 persen.

Sementara itu, dolar Taiwan menguat 0,20 persen, rupee India naik 0,07 persen, yuan China perkasa 0,27 persen, dan baht Thailand menguat 0,20 persen.

Sebelumnya, pengamat pasar uang, Ariston Tjendra, memperkirakan nilai tukar rupiah mungkin hari ini masih berpotensi melemah terhadap dolar AS dengan peningkatan kasus covid-19 global akibat Omicron.

“Di awal tahun ini berita soal kenaikan kasus Covid bisa menjadi kekhawatiran pelaku pasar,” katanya.

Ariston menambahkan, selain itu, antisipasi pasar soal kebijakan kenaikan suku bunga acuan Bank Sentral AS di 2022 juga bisa menjadi faktor pelemah rupiah terhadap dolar AS.

“The Fed bahkan diekspektasikan menaikan suku bunga mulai Maret, dari sebelumnya di pertengahan tahun. Inflasi yang tinggi memicu Bank Sentral untuk mempercepat kenaikan suku bunga acuan untuk mengendalikan inflasi,” ujar Ariston.

Baca Juga: Nilai Tukar Rupiah Senin Sore Melemah Tipis Jadi Rp14.266 per Dolar AS
Nilai Tukar Rupiah pada Akhir Tahun 2021 Menguat Tipis Jadi Rp14.262 per Dolar AS

Menurut Ariston, dari dalam negri, survei aktivitas manufaktur Indonesia bukan Desember menunjukkan pertumbuhan. “Ini mungkin bisa menahan pelemahan rupiah,” tegasnya.

Hari ini, data inflasi Indonesia bulan Desember akan dirilis. “Tapi inflasi yang stabil dalam artian terkendali seperti bulan sebelumnya mungkin bisa menahan pelemahan rupiah,” jelas Ariston.

 

Video Terkait