Bacok Istri di Kebun hingga Tewas, Suami Terima 'Dendam Membara' dari Keluarga

Ilustrasi pembunuhan. (Pixabay)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Kamis, 30 Desember 2021 | 12:40 WIB

Sariagri - Seorang petani di Polewali Mandar, Sulawesi Barat secara tega membunuh istrinya sendiri hingga tewas di sebuah kebun. Diduga, pemicunya hanya masalah sepele.

Sebelumnya, pasangan suami istri (pasutri) terlibat cekcok. Hingga akhirnya sang suami kalap tega membacok istri sampai salah satu tangan lepas dari badan.

Tak puas membunuh istrinya, pelaku masih sempat mengamuk dan memburu orang tua korban. Sementara keluarga korban yang tak terima anaknya dibunuh, nekat membalas dendam dengan cara membacok pelaku hingga jatuh tersungkur dan bersimbah darah.

Warga kampung Dusun Kamande, Desa Pullewani, Kecamatan Tutar, Polewali Mandar, Sulawesi Barat dikagetkan dengan kasus kematian seorang istrinya yang tewas bersimbah darah setelah dibacok pasangannya berkali-kali.

Tidak jelas apa pemicunya, namun sejumlah keluarga korban dan pelaku mengaku kasus KDRT lah yang menyebabkan nyawa korban Sura (42 tahun) tewas di tangan suaminya sendiri, Juddin umur (70 tahun).

Kronologis kejadian ini bermula ketika pasutri Juddin-Sura ini sedang bekerja menggarap kebun yang selama ini menjadi sumber mata pencaharian keluarganya. Namun, keduanya terlibat cekcok hingga emosi suami memuncak.

Juddin bahkan diketahui sempat mengamuk dan memburu orang tua korban. Beruntung pelaku Juddin bisa diamankan warga.

Tidak terima anaknya dibunuh, pihak keluarga Sura yakni WH kemudian mencari pelaku di rumah anaknya di desa Ambo padang, kecamatan tutar, Polewali Mandar, sekitar 3 kilometer dari tempat kejadian. Melihat WH datang, Juddin sempat lari pontang panting ke belakang rumah.

WH yang juga sedang kalap mengejar Juddin sambil memegang parang. Hingga akhirnya benda tajam itu menembus punggung pelaku hingga jatuh tersungkur dan bersimbah darah.

Juddin mengalami luka yang cukup parah di punggung dan kepala. Hingga harus dilarikan ke Rumah Sakit Umum Polewali Mandar, ia kini dibantu dengan alat pernafasan lantaran kondisinya kritis.

Usai melakukan penganiayaan WH mengamankan diri di dusun Lena, desa Batupanga Kecamatan Luyo. Satuan polres Polewali Mandar kemudian melakukan pengejaran ke Desa Batupanga Kecamatan Luyo hingga berhasil menangkap pelaku tanpa perlawanan.

“Usai membunuh korban pelaku masih sempat ngamuk dan menuruti orang tua, saya kemudian mencari pelaku di rumah anaknya,”jelas WH, pelaku pembacokan dengan dalih balas dendam.

Tersangka WH kini diamankan di Polres Polewali Mandar untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Sementara pelaku Juddin yang juga korban aksi balas dendam keluarga istrinya masih di rawat, polisi belum bisa meminta keterangan atas insiden yang memalukan tersebut.

Kapolres Polman AKBP Agung Budi Leksono .SH ,SIK mengatakan ada dua pelaku dalam tragedi memilukan ini. Pelaku pertama adalah suami korban, dan pelaku kedua adalah WH yang juga diketahui melakukan pembalasan karena keluarga dari pihak istri. Kedua kini dalam pengamanan kepolisian polres polewali mandar.

Baca Juga: Bacok Istri di Kebun hingga Tewas, Suami Terima 'Dendam Membara' dari Keluarga
Diduga Lapar, Kera Ekor Panjang 'Serang' Rumah Warga hingga Ada Korban Terluka



“Ada dua pelaku dari kejadian ini. Pelaku pertama adalah suami korban, sementara pelaku kedua adalah keluarga korban yang membacok pelaku Juddin yang melarikan diri ke rumah anaknya,”jelas AKBP Agung Budi Leksono .SH ,SIK. Kapolres Polman

WH kini sedang menjalani pemeriksaan intensif penyidik Polres Polewali Mandar. WH terancam pasal 351 ayat (2) KUHP pidana dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara.

Video Terkait