Hasil Studi Ungkap Kandungan Logam Berat dalam Ganja

Ilustrasi tanaman ganja (Pexels)

Editor: Arif Sodhiq - Selasa, 28 Desember 2021 | 20:20 WIB

Sariagri - Baru-baru ini Amerika Serikat (AS) melegalkan produksi ganja untuk kebutuhan medis dan minyak cannabidiol (CBD) karena tanaman itu dianggap memiliki manfaat dalam mengatasi beberapa masalah kesehatan. Namun, hasil studi peneliti di Penn State University menemukan tanaman ganja mampu menyerap logam berat beracun di tanah sehingga berpotensi membahayakan penggunanya.

“Logam berat, seperti timbal, merkuri, kadmium dan kromium, diketahui bersifat karsinogenik. Karena itu, tanpa sadar bisa terpapar logam beracun ini,” ungkap Louis Bengyella dikutip dari psu.edu.

Bengyella meyakinkan, hasil studi itu menjadi kabar buruk bagi penggunanya, terutama pasien kanker yang menggunakan ganja medis untuk mengobati mual dan nyeri saat menjalani kemoterapi. Bahkan, lanjut dia, beberapa galur ganja yang ditanam di AS telah dibiakkan secara khusus untuk fitoremediasi yaitu sebagai tanaman penghilang polutan dari tanah, air atau udara.

Dalam studinya, secara khusus Bengyella dan rekan-rekannya melakukan meta analisis untuk menyelidiki informasi yang tersedia tentang penerapan ganja dalam fitoremediasi, dampak medis logam berat dalam ganja dan strategi pertanian untuk mengurangi penyerapan logam berat oleh tanaman ganja.

Para peneliti menemukan fakta timbal, kadmium dan kromium dapat diangkut dan didistribusikan melalui batang ke daun dan bunga tanaman ganja. Logam berat itu kemudian keluar dari tanaman melalui trikoma, yang merupakan struktur mirip rambut di bunga ganja. Padahal, trikoma ganja menjadi bagian penting dalam menyimpan minyak CBD dan tetrahydrocannabinol (THC). 

“Ini membuat kami bertanya-tanya apakah logam berat ini ada di tingkat trikoma dan apa dampaknya bagi manusia,” kata Bengyella.

Mereka kemudian meneliti efek kesehatan dari logam berat dan menemukan kontaminasi dalam ganja dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan.

Menurut peneliti, sebenarnya logam berat jarang ditemukan dalam metabolisme tubuh manusia, karena itu kontaminasi logam berat akan menumpuk di area tertentu dalam tubuh manusia.

Baca Juga: Hasil Studi Ungkap Kandungan Logam Berat dalam Ganja
Tetangga Indonesia Ini Siap Legalkan Seluruh Bagian Tanaman Ganja untuk Komersil

Efek paling umum dari keracunan logam berat dalam tubuh manusia adalah produksi spesies oksigen reaktif dan radikal bebas yang dapat merusak enzim, asam nukleat dan lipid sell sehingga menyebabkan kanker dan gangguan neurologis. Bahaya itu terutama terjadi pada penggunaan ganja dengan cara dibakar.

“Ganja yang dikonsumsi dalam bentuk pembakaran merupakan bahaya terbesar bagi kesehatan manusia, karena analisis logam berat dalam asap ganja mengungkap adanya selenium, merkuri, kadmium, timbal, kromium, nikel, dan arsenik," pungkasnya.

Vudeo terkait:

Video Terkait