Punya 4 Lambung, Ini Fakta Unik Hewan Ruminansia

Ilustrasi sapi merumput. (Foto: Pixabay)

Editor: Dera - Rabu, 22 Desember 2021 | 21:00 WIB

Sariagri - Hewan ruminansia adalah hewan memamah biak yang makan tumbuh-tumbuhan atau biasa dikenal dengan nama herbivora. Pada dasarnya hewan ini terbagi menjadi dua, yaitu ruminansia besar (sapi dan kerbau) dan ruminansia kecil (kambing dan domba).

Sekilas, pemberian pakan hewan ini memang tak jauh berbeda dengan ternak pada umumnya, yaitu rumput atau daun-daunan. Namun ternyata ada hal menarik lain yang dimiliki ternak yang satu ini. Sistem pencernaan ruminansia sangat berbeda dari hewan ternak lain.

Dalam kegiatan mengunyah, hewan ini melakukan dua tahapan dalam mencerna makanan. Pertama, terjadi pada saat awal makanan masuk, makanan hanya dikunyah sebentar dan masih dalam tekstur yang kasar. Selanjutnya makanan akan disimpan di dalam rumen lambung.

Kedua, yaitu ketika rumen sudah penuh, hewan ruminansia akan mengeluarkan makanan yang dikunyahnya tadi untuk dikunyah kembali hingga teksturnya lebih halus. Kemudian makanan akan masuk ke dalam lambung lagi.

Selain itu, ada hal menarik lain yang dimiliki ruminansia. Hewan ternak ini ternyata memiliki empat organ lambung berbeda yang saling berkaitan. Empat bagian tersebut terdiri dari rumen, retikulum, omasum, dan abomasum, memiliki peran masing-masing dalam memproses makanan.

Berikut penjelasan ke empat lambung yang dimiliki hewan ruminansia

1. Organ Rumen

Rumen adalah bagian lambung sapi yang paling besar di dalam sistem pencernaan ternak ruminansia. Ukurannya bahkan hampir memenuhi rongga perut ruminansia sebelah kiri. Organ yang dilapisi oleh papilia ini, mengandung enzim yang dapat memecah makanan keras dan selulosa.

Di dalam rumen juga terkandung banyak mikroorganisme, seperti bakteri, protozoa dan jamur yang membantu proses fermentasi makanan hewan ruminan yang berupa tanaman hijauan sehingga dapat dikonversi dengan baik menjadi protein bagi hewan.

2. Organ Retikulum

Retikulum atau disebut juga perut jala adalah organ kedua setelah rumen. Organ ini memiliki dinding yang dilapisi oleh epitel yang berlapis lapis. Saling bekerja sama dengan rumen, retikulum membentuk gerakan kontraksi memutar untuk mengaduk dan mencerna makanan.

Kehebatan organ ini adalah bisa menangkap apa pun yang seharusnya tidak dimakan oleh sapi, seperti potongan batang, bebatuan dan kerikil. Retikulum juga mampu melembutkan rumput yang telah dimakan dan membentuk gumpalan kecil.

3. Organ Omasum

Bagian lambung ruminansia selanjutnya adalah omasum. Omasum disebut juga perut buku karena memiliki stuktur epitel yang berlipat-lipat seperti lembaran buku. Dalam proses pencernaan pada omasum masih terjadi fermentasi mikroorganisme.

Fungsi dari omasum adalah menyerap air, asam lemak tertentu dan natrium, yang terkandung di dalam hijauan pakan ternak. Makanan tersebut memasuki omasum secara bertahap sehingga penyerapan sari makanan pun juga bertahap.

Baca Juga: Punya 4 Lambung, Ini Fakta Unik Hewan Ruminansia
Pengepul Kulit Hewan Kurban Raup Cuan Berlipat Saat Idul Adha

4. Organ Abomasum

Abomasum adalah lambung ke empat yang memiliki struktur dan fungsi yang mirip dengan lambung hewan non-ruminan. Disini makanan akan dicerna kembali dengan bantuan asam klorida dan enzim pepsinogen untuk melakukan pencernaan.

Organ ini dilengkapi dengan epitel berkelenjar yang memberikan sekresi berupa mukus, asam hidrolik dan enzim proteolitik (enzim yang berguna untuk pencernaan protein). Disini terjadi proses pencernaan secara kimiawi. Kemudian sari makanan atau nutrisi diserap oleh aliran darah dan mengirim sisanya menuju ke usus dua belas jari (duodenum).

 

Video Terkait