Mengapa Laron Tertarik dengan Cahaya Lampu?

Ilustrasi - cahaya lampu yang disukai laron.(Pixabay)

Editor: Arif Sodhiq - Kamis, 9 Desember 2021 | 18:50 WIB

Sariagri - Saat musim penghujan biasanya banyak laron muncul di tempat bercahaya seperti lampu atau lilin. Tidak hanya seekor, biasanya akan terdapat puluhan hingga ratusan laron yang terbang mendekati cahaya.

Mengapa laron tertarik mengerumuni cahaya setelah hujan? Dilansir dari Live Science belum terdapat jawaban pasti dari penelitian yang dilakukan para ilmuwan terhadap kebiasaan laron itu.

Teori tahun 1970-an yang dilontarkan Philip Callahan, seorang ahli entomologi yang kemudian bekerja dengan Departemen Pertanian AS menyebutkan frekuensi spektrum cahaya inframerah yang dipancarkan nyala lilin sama dengan yang dikeluarkan feromon ngengat betina. Ini mengarah pada  perilaku mencari pasangan untuk membentuk koloni baru. 

Secara singkat, ngengat jantan tertarik pada lilin karena kesalahan dalam menduga bahwa laron betina yang mengirimkan sinyal itu.

"Ngengat jantan sangat tertarik dan mati saat mencoba kawin dengan nyala lilin," tulis Callahan dalam makalah 1977 di Applied Optics.

Namun teori itu dibantah Jerry Powell, ahli entomologi University of California, Berkeley yang mengkhususkan diri pada ngengat. Menurut dia, sinar ultraviolet jauh lebih menarik bagi serangga dari berbagai jenisnya termasuk laron dibanding sinar inframerah.

Powell mengatakan tidak ada alasan mengapa sinar ultraviolet mengingatkan laron tentang sinyal yang mengarah perilaku mencari psangan. Padahal, menurut dia, cahaya tidak mengandung panjang gelombang yang sama dengan feromon laron betina. Akhirnya muncul teori baru bahwa ngengat kurang tertarik pada cahaya buatan saat ada sinar bulan.

"Orang-orang biasa mengatakan Anda tidak menangkap banyak ngengat dengan lampu ultraviolet pada saat bulan purnama karena mereka semua terbang menuju bulan," kata Powell.

Baca Juga: Mengapa Laron Tertarik dengan Cahaya Lampu?
Lahan Mangrove Menyusut, Habitat Lutung Jawa di Bekasi Terancam

"Tapi itu konyol, karena mereka tidak dapat melanjutkan siklus hidupnya jika terbang ke bulan."

"Sebuah penelitian yang dilakukan di Skandinavia menemukan laron tidak tertarik pada cahaya benderang ketika ada cahaya bulan," jelas Powell.

Hingga saat ini, para ilmuwan belum ada teori pasti mengapa laron tertarik pada cahaya. Kebiasaan laron yang unik ini masih menjadi misteri.

Video terkait:

Video Terkait