Penelitian: Bahaya! Mikroplastik Sebabkan Kerusakan pada Sel Manusia

Ilustrasi mikroplastik. (The Guardian)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Kamis, 9 Desember 2021 | 17:30 WIB

Sariagri - Polusi mikroplastik kini menjadi masalah besar dunia karena mencemari bumi mulai dari tanah pertanian hingga samudra yang luas. Mikroplastik diketahui juga telah mencemari tubuh manusia melalui makanan.

Bahayanya, mikroplastik menyebabkan kerusakan pada sel manusia, demikian sebuah hasil sebiah penelitian terbaru. Penelitian terhadap polusi mikroplastik dalam tubuh manusia ini adalah yang pertama.

Dampak buruk mikroplastik diantaranya adalah kematian sel dan reaksi alergi. Namun, dampak kesehatan secara menyeluruh bagi tubuh manusia belum bisa diukur dengan pasti, lantaran tidak diketahui berapa lama mikroplastik berada di dalam tubuh sebelum dikeluarkan.

Penelitian ini menganalisis 17 penelitian sebelumnya yang melihat dampak toksikologi mikroplastik pada lini sel manusia. Para ilmuwan membandingkan tingkat mikroplastik yang menyebabkan kerusakan sel dengan tingkat yang dikonsumsi manusia melalui air minum, makanan laut, dan garam meja yang terkontaminasi.

Mereka menemukan jenis kerusakan tertentu seperti kematian sel, respons alergi, dan kerusakan dinding sel yang disebabkan oleh tingkat mikroplastik yang dicerna orang.

"Efek berbahaya pada sel dalam banyak kasus merupakan peristiwa awal dari efek kesehatan," kata Evangelos Danopoulos, ilmuwan dari Hull York Medical School, Inggris, yang memimpin penelitian ini.

"Kita terpapar partikel ini setiap hari: kita memakannya, kita menghirupnya. Dan kita tidak tahu persis bagaimana mereka bereaksi dengan tubuh kita begitu mereka masuk," imbuhnya seperti dikutip theguardian.com.

Penelitian juga menunjukkan mikroplastik yang bentuknya tidak beraturan menyebabkan lebih banyak kematian sel daripada yang berbentuk bola. Ini penting untuk penelitian di masa depan karena banyak mikroplastik yang dibeli untuk digunakan dalam eksperimen laboratorium berbentuk bulat, dan oleh karena itu mungkin tidak mewakili partikel yang dicerna manusia.

Danopoulos mengungkapkan, pada Maret lalu, sebuah penelitian menunjukkan partikel plastik kecil di paru-paru tikus hamil masuk dengan cepat ke jantung, otak, dan organ lain dari janin mereka.

Pada Desember, mikroplastik terungkap di plasenta bayi manusia yang belum lahir, yang menurut para peneliti adalah "masalah yang sangat memprihatinkan". Pada Oktober, para ilmuwan menunjukkan bahwa bayi yang diberi susu formula dalam botol plastik menelan jutaan partikel setiap hari. Baca Juga: Penelitian: Bahaya! Mikroplastik Sebabkan Kerusakan pada Sel Manusia
Waduh, FAO Ungkap 'Food Waste' Bakal Pengaruhi Sistem Pertanian



Peringatan FAO Soal Polusi Plastik

Sebelumnya, Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) memperingatkan bahaya polusi plastik yang telah menyebar di lahan pertanian di seluruh dunia. Menurut data yang dikumpulkan oleh para ahli FAO, rantai nilai pertanian setiap tahun menggunakan 12,5 juta ton produk plastik, sementara 37,3 juta lainnya digunakan dalam kemasan makanan.

Produksi tanaman dan ternak menyumbang 10,2 juta ton per tahun secara kolektif, diikuti oleh perikanan dan budidaya dengan 2,1 juta, dan kehutanan dengan 0,2 juta ton. 

Asia diperkirakan menjadi pengguna plastik terbesar dalam produksi pertanian, terhitung hampir setengah dari penggunaan global. Penggunaan plastik dalam pertanian sudah diperkenalkan sejak 1950an, namun dari sekitar 6,3 miliar ton plastik yang diproduksi sebelum 2015, hampir 80 persennya tidak pernah dibuang dengan benar.

Video Terkait