Nilai Tukar Rupiah Rabu Sore Melemah, Pasar Antisipasi Fed Percepat Tapering

Ilustrasi mata uang rupiah terhadap dolar AS (Foto Antara)

Editor: Yoyok - Rabu, 1 Desember 2021 | 15:30 WIB

Sariagri - Nilai tukar rupiah pada Rabu (1/12) sore di pasar spot ditutup melemah 15 poin atau 0,10 persen menjadi Rp14.347 per dolar Amerika Serikat (AS) dibandingkan posisi penutupan sehari sebelumnya Rp14.332 per dolar AS.

Hingga pukul 15.00 WIB, sejumlah nilai tukar mata uang di Asia juga melemah terhadap dolar AS, seperti yen Jepang anjlok 0,17 persen, peso Filipina terkoreksi 0,04 persen, yuan China tergerus 0,03 persen, dan ringgit Malaysia ambyar 0,15 persen.

Sementara dolar Hong Kong naik 0,02 persen, dolar Singapura melesat 0,23 persen, dolar Taiwan naik 0,01 persen, krown Korea perkasa 0,74 persen, rupee Indoa menguat 0,31 persen, dan baht Thailand naik 0,07 persen.

“Rupiah melemah karena indeks dolar menguat setelah pasar mencerna tanda-tanda dari Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell bahwa bank sentral akan membahas penyelesaian pengurangan aset atau tapering lebih cepat dari yang direncanakan,” kata Direktur TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim Assuaibi.

Menurut Ibrahim, Powell mengatakan The Fed akan membahas apakah akan mengakhiri pengurangan aset beberapa bulan lebih awal dari yang dijadwalkan dalam pertemuannya di akhir bulan. Dia juga menyimpang dari menggambarkan inflasi tinggi sebagai sementara.

Ibrahim kemudian mengutip Wakil Ketua Fed Richard Clarida, yang mengatakan pejabat Fed tidak senang dengan inflasi di atas target bank sentral 2 persen dan menurunkan inflasi aktual akan menjadi penting untuk menjaga ekspektasi berlabuh di dekat tujuan Fed.

Selain itu, dolar menguat karena Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan agar tidak memberlakukan larangan perjalanan menyeluruh, yang telah diterapkan oleh beberapa negara. Penelitian kemanjuran vaksin saat ini terhadap varian baru juga terus berlanjut.

Baca Juga: Nilai Tukar Rupiah Rabu Sore Melemah, Pasar Antisipasi Fed Percepat Tapering
Dibuka Melemah, Rupiah Kemungkinan Lanjutkan Penguatan

Walaupun WHO mengkategorikan varian Omicrona sebagai Variant of Concern (VoC). Bahkan kabar terbaru, yakni dari Bos Moderna, Stephane Bancel yang mengatakan bahwa Omicron lebih kebal terhadap vaksin Covid-19 yang beredar saat ini.

Di seberang Atlantik, anggota Komite Kebijakan Moneter Bank of England Catherine Mann mengatakan pada hari Selasa bahwa varian baru omicron COVID-19 dapat merusak kepercayaan konsumen, yang pada gilirannya melemahkan pemulihan ekonomi.

:

Video Terkait