Bahaya! Masker Katup 'Biang Kerok' Penularan Varian Omicron

ilustrasi masker katup. (Pixabay)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Senin, 29 November 2021 | 11:45 WIB

Sariagri - Dunia kembali digemparkan dengan varian terbaru virus corona B.1.1.529 atau Omicron yang terdeteksi di sejumlah negara. Penularan di Hong Kong, dikaitkan dengan penggunaan masker katup sebagai biang kerok.

Dugaan didasari oleh hasil investigasi ahli mikrobiologi Yuwn Kwok Yung dari Universitas Hong Kong. Diberitakan oleh RTHK, hasil investigasi menunjukkan bahwa masker katup berkontribusi pada penularan varian Omicron.

"Mereka (masker berkatup) memang terasa lebih nyaman digunakan. Namun, Anda tidak melindungi orang-orang sekitar Anda. Kami sangat tidak menyarankan masyarakat menggunakan masker berkatup," ungkap Ahli Penyakit Menular Maybeth Sexton.

Sejauh ini Hong Kong melaporkan dua kasus varian Omicron. Dalam kasus pertama diyakini dibawa oleh seorang pria 36 tahun yang baru tiba dari Afrika Selatan pada 11 November, yang kemudian menularkan ke pria lain yang tinggal berdekatan.

Karena itu, penggunaan masker katup memang berisiko. Untuk saat ini, masker rangkap alias double mask lebih disarankan agar terhindar dari virus corona varian omicron.

Apa itu varian Omicron?

WHO atau organisasi kesehatan dunia pada 26 November 2021 lalu telah menetapkan varian terbaru B.1.1.529 sebagai variant of concern (VOC) dengan kode Omicron. Meski disebut-sebut muncul di Bostwana, WHO dalam daftarnya menyebut 'multiple countries' di kolom dokumentasi awal.

Namun dalam pernyataan resminya, The Technical Advisory Group on SARS-CoV-2 Virus Evolution (TAG-VE), menyebut varian B.1.1.529 pertama kali dilaporkan ke WHO dari Afrika Selatan pada 24 November 2021. Varian ini mengandung sejumlah mutasi, sebagian di antaranya sangat mengkhawatirkan. Bukti awal menunjukkan adanya risiko reinfeksi yang lebih tinggi.

Dalam beberapa pekan, kasus infeksi meningkat tajam bersamaan dengan terdeteksinya varian omicron. Kasus pertama varian Omicron berasal dari spesimen tanggal 9 November 2021.

Varian Omicron Belum terdeteksi di Indonesia

Dalam sebuah konferensi pers di channel Youtube Kemenko Bidang Maritim dan Investasi, Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, memastikan Indonesia saat ini belum terdeteksi varian Omicron.

Baca Juga: Bahaya! Masker Katup 'Biang Kerok' Penularan Varian Omicron
Indonesia Waspada! COVID Varian Baru Sudah Masuk Asia

"Sampai sekarang indonesia belum teramati adanya varian Omicron," tegas Menkes Budi.

Kendati demikian, kewaspadaan telah ditingkatkan. Disebutkan, jalur penerbangan dari negara yang terkonfirmasi memiliki kasus varian Omicron paling banyak adalah dari Hong Kong, Italia, dan Inggris, lalu disusul Afrika Selatan.

Menurut Menkes Budi, semua jalur kedatangan internasional akan diperketat dengan tes PCR (polymerase chain reaction). Jika terkonfirmasi positif, akan menjalani genome sequence untuk mengetahui varian virusnya.

Video Terkait