Angka Kasus COVID-19 di Afrika Minim Padahal Masker dan Vaksin Terbatas, Kok Bisa?

Ilustrasi bocah Afrika menggunakan masker. (Pixabay)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Senin, 22 November 2021 | 13:40 WIB

Sariagri - Sebuah kejadian tak biasa terjadi di masa pandemi COVID-19. Sebuah anomali, dimana kecilnya angka kasus virus corona meski vaksinasi di wilayah dunia itu masih sangat kurang seperti di Afrika.

Seperti diberitakan ABC, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut bahwa benua itu secara keseluruhan baru menginokulasi sekitar 6% populasinya. Meski begitu wilayah ini disebut-sebut menjadi yang paling tidak begitu berdampak akibat pandemi.

"Afrika tidak memiliki vaksin dan sumber daya untuk memerangi Covid-19 yang mereka miliki di Eropa dan AS, tetapi entah bagaimana mereka tampaknya lebih baik," ujar Wafaa El-Sadr, ketua kesehatan global di Universitas Columbia.

Beberapa analisis memprediksi bahwa ini disebabkan oleh rendahnya mobilitas antar penduduk di Afrika. Selain itu, beberapa penelitian juga menyarankan bahwa ini disebabkan oleh beberapa wabah yang pernah menyerang benua itu telah membuat kekebalan bagi masyarakat dan menjadi pengalaman bagi pemerintah.

"Kami masuk ke proyek ini dengan berpikir kami akan melihat tingkat hasil negatif yang lebih tinggi pada orang dengan riwayat infeksi malaria karena itulah yang terlihat pada pasien koinfeksi malaria dan Ebola," ujar Jane Achan, penasihat penelitian senior di Konsorsium Malaria.

"Kami sebenarnya cukup terkejut melihat yang sebaliknya, bahwa malaria mungkin memiliki efek perlindungan,"tambahnya.

Sementara itu, Christian Happi, direktur Pusat Genomik Penyakit Menular di Redeemer's University Nigeria, mengatakan pihak berwenang terbiasa membatasi wabah. Bahkan tanpa vaksin dan memuji jaringan luas petugas kesehatan masyarakat.

"Ini tidak selalu tentang berapa banyak uang yang Anda miliki atau seberapa canggih rumah sakit Anda," jelasnya.

Devi Sridhar, ketua kesehatan masyarakat global di University of Edinburgh, mengatakan para pemimpin Afrika belum mendapatkan penghargaan yang pantas mereka dapatkan karena bertindak cepat. Ia mengutip contoh Mali yang menutup perbatasannya bahkan sebelum Covid-19 tiba.

Baca Juga: Angka Kasus COVID-19 di Afrika Minim Padahal Masker dan Vaksin Terbatas, Kok Bisa?
WHO Meramal Pandemi COVID-19 Masih Berlanjut hingga 2022

"Saya pikir ada pendekatan budaya yang berbeda di Afrika, di mana negara-negara ini menghadapi Covid dengan rasa rendah hati karena mereka pernah mengalami hal-hal seperti Ebola, polio, dan malaria," puji Sridhar.

Dalam beberapa bulan terakhir, virus corona telah menghantam Afrika Selatan dan diperkirakan telah menewaskan lebih dari 89.000 orang di sana. Sementara data WHO menyebutkan bahwa kematian di Afrika hanya 3% dari total global. Sebagai perbandingan, kematian di Amerika dan Eropa mencapai 46% dan 29%, padahal kedua belahan dunia itu kaya vaksin.

Video Terkait