Waspada, Penyandang Diabetes Rentan Terinfeksi Virus

Ilustrasi diabetes. (pixabay)

Editor: Arif Sodhiq - Minggu, 14 November 2021 | 21:00 WIB

Sariagri - Penyandang diabetes sangat rentan terkena infeksi virus jika tidak menjaga protokol kesehatan dengan baik. Karena itu, penyandang diabetes berhak mendapat dukungan, tidak hanya dari diri sendiri tetapi juga dari luar dirinya.

“Kerentanan ini dapat dicegah dengan menjaga protokol kesehatan secara disiplin dan menjaga kondisi kesehatan. Maka dari itu penyandang diabetes berhak mendapat dukungan, tidak hanya dari diri sendiri, tetapi juga dari edukator, keluarga, dokter, dan elemen lainnya,” ujar Ketua Umum Persatuan Diabetes Indonesia (Persadia) Dr dr Sony Wibisono SpPD-KEMD FINASIM, Minggu (14/11/2021).

Sony dalam keterangan tertulisnya juga menekankan pentingnya penanganan diabetes yang tepat untuk mencegah terjadinya komplikasi diantaranya dengan diet 3J. Diet itu dengan memperhatikan jumlah kalori yang dikonsumsi per hari, jadwal makan dan jenis makanan yang dikonsumsi per hari.

“Bukan hanya itu, penyandang diabetes juga harus olahraga 30 menit sehari, terapi obat minum dan suntik, serta mendapatkan penyuluhan yang memadai,” jelasnya.

Ketua Umum Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (Perkeni) Prof Dr dr Ketut Suastika SpPD-KEMD mengatakan kematian akibat diabetes menjadi penyebab kematian nomor tiga di dunia, sehingga penyakit diabetes membutuhkan perhatian dari seluruh elemen masyarakat.

“Diabetes adalah bukan penyakit yang ringan, namun penyakit yang mematikan atau penyakit katastrofik,” kata Prof Ketut.

Pandemi COVID-19 mengharuskan penyandang diabetes membutuhkan pelayanan kesehatan yang optimal untuk mengontrol gula darah mereka.

“Apalagi, saat ini kita masih masa pandemi. COVID-19 sendiri merupakan penyakit yang lebih sering menyerang pasien diabetes, sehingga mereka diwajibkan dan diprioritaskan untuk mendapatkan vaksin karena dapat mencegah infeksi akibat terpapar COVID-19 dan mencegah penyakit menjadi lebih parah,” terangnya.

Director of Special Needs and Healthy Lifestyle Nutrition KALBE Nutritionals, Tunghadi Indra, mengatakan pentingnya edukasi diabetes yang memadai bagi masyarakat di tengah pandemi.

Baca Juga: Waspada, Penyandang Diabetes Rentan Terinfeksi Virus
Ini 5 Tindakan yang Perlu Dilakukan untuk Cegah Lonjakan Kasus Covid-19 di Awal 2022

“Dalam dua tahun terakhir ini, selain prevalensi diabetes yang masih terus meningkat, kondisi pandemi juga menjadi tantangan khusus bagi para penyandang diabetes (diabetesi). Hal ini dikarenakan bertambah sulitnya melakukan pengawasan terhadap gula darah akibat berbagai pembatasan sosial. Maka dari itu, Diabetasol menegaskan komitmennya dengan segala cara untuk selalu menemani para diabetesi, terutama saat pandemi ini karena diabetes sangat rentan terinfeksi COVID-19,” kata Tunghadi Indra.

Berdasarkan data International Diabetes Federation tahun 2020, jumlah penyandang diabetes terus meningkat di berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia. Prevalensi diabetes di Indonesia masih 6,2 persen dengan 10.681.400 kasus. Bahkan, penelitian terbaru yang dilakukan tim penanggulangan COVID-19 di Indonesia menyebutkan angka kematian pasien diabetes yang terinfeksi COVID-19 lebih tinggi 8,3 kali lipat daripada masyarakat yang bukan menyandang diabetes. 

Video terkait:

Video Terkait