Sektor Pariwisata Hingga Produk Potensial Tampil di Dubai, Pemprov Aceh: Jalan untuk Peluang Investasi

Wisatawan melakukan penyelaman di lokasi menyelam Batee Tokong, Sabang, Aceh. (Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

Editor: M Kautsar - Senin, 1 November 2021 | 20:30 WIB

Sariagri - Pekan ke lima penyelenggaraan Expo 2020 Dubai, giliran Pemerintah Provinsi Aceh yang berkesempatan menyajikan berbagai potensi yang dimiliki daerah di Pavilion Indonesia.

Gubernur Aceh, Nova Iriansyah mengatakan bahwa Pemprov Aceh telah menyederhanakan regulasi penanaman modal untuk menarik minat investor. Regulasi tersebut diwujudkan karena mengingat potensi besar yang dimiliki aceh salah satunya yaitu luas wilayah mencapai 5,6 juta hektar yang terdiri dari area perkebunan, hutan, hingga industri.

“Kami telah menyederhanakan regulasi penanaman modal dengan Qanun Nomor 5 tahun 2018 tentang penanaman modal. Penyederhanaan ini dilakukan sebagai wujud inovasi dari pemerintah dalam rangka menarik minat investor di Aceh,” ungkap Nova Iriansyah dikutip dalam keterangan resmi, Senin (1/11).

Nova Iriansyah menyebutkan bahwa Aceh memiliki empat sektor potensial antara lain yaitu agroindustri, pariwisata, energi dan infrastruktur, hingga zona perkembangan bisnis.

Demi memaksimalkan potensi tersebut, lanjut Nova Iriansyah, Pemprov Aceh terus melakukan berbagai pembenahan mulai dari infrastruktur, komoditas yang berkualitas, SDM yang bertalenta, hingga iklim bisnis yang mendukung.

“Upaya Pemerintah Provinsi Aceh dalam dalam membangun ekonomi kerakyatan dan menyongsong Indonesia Emas 2045 diperkuat melalui pengembangan sektor pariwisata dan perdagangan. Berbagai potensi ini akan ditampilkan pada forum bisnis dalam kurun waktu empat hari, terhitung dari tanggal 30 Oktober hingga 2 November 2021,” sebutnya.

Pada sektor pariwisata, Pemprov Aceh berfokus untuk melanjutkan pengembangan kawasan pariwisata Pulau Banyak, sebagai potensi destinasi pariwisata baru bagi para wisatawan lokal maupun mancanegara. Seperti yang diketahui, Pulau Banyak yang terletak di Kabupaten Aceh Singkil akan dikembangkan menjadi kawasan pariwisata mewah mengingat kawasan tersebut memiliki potensi sebagai tempat liburan untuk para selebriti dunia.

Potensi pariwisata lain yang ditampilkan adalah mulai dari Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe, Taman Industri Ladong, Sabang Free Trade Zone (FTZ) Resort dan Lapangan Golf di Lhoknga, Aceh Besar.

Sedangkan di sektor perdagangan, Pemprov Aceh mendorong komoditas andalannya, yakni kopi arabika gayo, untuk kian bersaing di pasar internasional dengan membukakan pintu peluang promosi perdagangan internasional. Adapun potensi perdagangan lainnya yang turut ditampilkan mulai dari komoditas tuna asap, kopi charcoal, minyak nilam (patchouli oil), saos tomat murni, dan Aceh tamiang.

Produk lokal khas Aceh juga turut ditampilkan dalam rolling exhibition. Aneka produk tersebut merupakan produk UMKM yang telah terkurasi dan siap ekspor. Aneka produk tersebut mulai dari home décor mulai dari peralatan dapur dan rumah tangga.

Baca Juga: Sektor Pariwisata Hingga Produk Potensial Tampil di Dubai, Pemprov Aceh: Jalan untuk Peluang Investasi
Sandiaga Uno: Toilet di Destinasi Wisata Harus Berstandar Nasional

Kemudian pada industri fesyen, ada aksesoris, tas tangan, hingga busana muslim yang fashionable. Di sisi lain, pada industri makanan dan minuman akan menyajikan olahan kopi gayo dan rempah-rempah khas Aceh yang dikemas dengan apik. Selain itu, aneka kosmetik mulai dari parfum hingga essential oil juga turut ditampilkan.

“Dengan menampilkan berbagai potensi yang dimiliki Aceh, mulai dari pariwisata, perdagangan, hingga pameran produk lokal ini dapat membuka jalan untuk peluang investasi pada perhelatan Expo 2020 Dubai. Mengingat letak geografis Aceh yang strategis dan memiliki aneka SDA hingga SDM yang berkualitas. Kami, Pemerintah Provinsi Aceh akan terus mengedepankan inovasi dan menyajikan potensi bangsa yang berkualitas untuk Indonesia hingga dunia demi masa depan yang lebih baik,” pungkas Nova Iriansyah.

Video Terkait