Perilaku Serba Online, Dorong Investasi Ekonomi Digital di Indonesia

Ilustrasi Digitalisasi UMKM (Pixabay)

Editor: M Kautsar - Selasa, 12 Oktober 2021 | 13:50 WIB

Sariagri - Ekonomi digital Indonesia semakin berkembang pesat setelah terjadinya pandemi COVID-19. Willson Cuaca, Co-Founder and Managing Partner East Ventures, sebuah perusahaan modal ventura asal Indonesia mengatakan bahwa perubahan perilaku masyarakat selama pandemi telah meningkatkan jumlah investasi digital di Indonesia.

“Peningkatan tersebut teridentifikasi karena adanya perubahan sikap konsumen ke basis digital. Semua investor menjadi agresif dan semuanya optimis sebab akselerasi digital terjadi sebelum akselerasi di bidang lainnya,” kata Wilson dalam Gambir Talks secara virtual, Selasa (12/9).

Pasar Indonesia, dikatakan Willson, memiliki keunikan yang menjadi potensi besar bagi ekonomi digital. Pasalnya, bahasa yang homogen yang digunakan yaitu bahasa Indonesia memudahkan dalam membuat produk digital.

“Dalam membuat produk digital sangat mudah dilakukan pada market yang homogen. Jasa pendahulu untuk menyatukan bahasa satu yaitu bahasa Indonesia menjadi modal dasar yang membuat masyarakat berbicara dengan bahasa yang sama. Pasar yang homogen itu sangat berpotensi besar untuk dilakukan inovasi produk digital,” jelasnya.

Willson membeberkan, selama pandemi, waktu penggunaan internet harian masyarakat Indonesia pun meningkat menjadi rata-rata 4,7 jam per hari, dan setelah pandemi rata-rata sekitar 4,3 jam per hari.

Namun, Willson optimis jika perilaku serba online yang dilakukan masyarakat karena adanya pandemi, akan terus berlanjut meskipun nantinya pandemi telah berlalu. “Waktu yang dihabiskan orang Indonesia untuk mengakses internet selama sehari naik signifikan. Perilaku ini akan stay setelah masa pandemi dan itu menjadi peluang besar bagi UMKM,” paparnya.

Lebih lanjut Willson mengatakan setidaknya terdapat tiga strategi yang harus dilakukan UMKM untuk memanfaatkan peluang besar ekonomi digital yang sedang berkembang di masyarakat.

Pertama, gunakan Indonesia sebagai local launching pad bagi UMKM, dengan demikian akan memudahkan akses permodalan dan melakukan rantai pasok lokal. Kedua, melakukan upaya authentic dan story telling produk UMKM melalui media sosial dan platform digital yang meliputi pemasaran dan pengemasan.

Terakhir, yaitu discoverability dengan menjangkau rantai pasok global. “Beri tahu dunia kalau ada produk unik di Indonesia, jangkauan kita sekarang bisa global dan masuk ke rantai pasok global. Ini strategi akselerasi menurut kami, kalau bisa dilakukan maka Covid-19 juga menjadi peluang untuk UMKM Indonesia mengglobal,” sebutnya.

Baca Juga: Perilaku Serba Online, Dorong Investasi Ekonomi Digital di Indonesia
Selama Pandemi Ada 1.852 BUMDes yang Merambah Pasar e-Commerce

Wilson menambahkan, setelah digital infrastruktur Indonesia menjadi lebih efisien, maka akan banyak sekali yang bisa dilakukan untuk meningkatkan ekonomi digital nasional.

“Ibaratnya kalau jalan tol, bandara sudah lancar, tentunya banyak sekali aktivitas ekonomi yang bisa dilakukan, sama persis, digital ekonomi juga seperti itu,” pungkasnya.

Video Terkait