Miliki Gejala Demam hingga Penurunan Trombosit, Virus Baru Infeksi Warga Jepang

Ilustrasi virus baru. (Pixabay)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Jumat, 8 Oktober 2021 | 22:30 WIB

Sariagri - Sebuah penelitian dari Universitas Hokkaido, Jepang mengidentifikasi sebuah virus baru yang dapat menginfeksi manusia. Ini disebut sebagai virus Yezo, sesuai dengan nama historis prefektur tersebut.

Keberadaan virus ini diungkap setelah seorang pria berusia 41 tahun dirawat tahun 2019. Ia mengeluh demam dan nyeri kaki, setelah digigit kutu saat berjalan di Hutan Hokkaido.

Ia kemudian dipulangkan setelah dirawat dua minggu. Namun pada tahun 2020, gejala serupa muncul ke seorang pasien baru setelah digigit hewan yang sama.

Menurut hasil penemuan, virus Yeso menular melalui gigitan kutu. Penyakit yang disebabkan virus ini juga memiliki sejumlah gejala, mulai dari demam, penurunan trombosit sel darah merah dan darah putih.

Peneliti juga menemukan jejak virus Yezo di lima pasien lagi sejak tahun 2014 dengan tanda lain, yakni gejala fungsi hati yang abnormal.

"Setidaknya tujuh orang telah terinfeksi virus baru ini di Jepang," kata ahli virologi Institut Internasional untuk Pengendalian Zoonosis Keita Matsuno dalam pernyataan pers, dikutip Newsweek.

Awalnya analisis genetik virus yang diisolasi dari sampel darah pada kedua pasien menemukan jenis baru orthonairovirus, kelas nairovirus, yang mencakup pathogen seperti demam Krimea-Kongo (CCHF). Demam ini sendiri merupakan penyakit menular yang disebabkan virus.

Untuk menemukan asal virus, para ilmuwan juga telah menyaring sampel hewan liar tahun 2010 dan 2020. Mereka menemukan RNA virus pada tiga spesies kutu di Hokkaido.

"Virus Yezo tampaknya telah menyebar di Hokkaido, dan kemungkinan besar virus tersebut menyebabkan penyakit ketika ditularkan ke manusia dari hewan melalui kutu," tambah Matsuno.

Memang saat ini belum ada kematian dilaporkan terkait virus Yezo. Namun peneliti mengharapkan penelitian dilakukan di seluruh Jepang.

Baca Juga: Miliki Gejala Demam hingga Penurunan Trombosit, Virus Baru Infeksi Warga Jepang
Studi: Pasien COVID-19 Masih Mengalami Berbagai Gejala Setelah 6 Bulan Terinfeksi

"Semua kasus infeksi virus Yezo yang kami ketahui sejauh ini tidak menyebabkan kematian, tetapi kemungkinan besar penyakit itu ditemukan di luar Hokkaido, jadi kami perlu segera menyelidiki penyebarannya," tambahnya.

Penemuan ini dimuat para peneliti dari Universitas Hokkaido yang kemudian dipublikasikan di jurnal Nature Communications. Sementara, dari Technology Times, dikatakan virus baru ini dekat hubungannya dengan virus Sulina dan virus Tamdy, yang terdeteksi di Rumania dan Uzbekistan. Baru-baru ini virus ini juga disebut menyebabkan kasus demam akut di China.

Video Terkait