Testing Semarang Raya Turun ke PPKM Level 2, Testing 6 Kali Lipat dari Standar WHO

Salah satu lokasi wisata di Kota Semarang, Jawa Tengah. (Foto: Sariagri/Aji Dewanto)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Rabu, 1 September 2021 | 19:50 WIB

Sariagri - Beberapa wilayah di Indonesia berhasil menurunkan status level pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Salah satunya Semarang Raya yang berhasil turun dari level 3 ke level 2.

Kini Semarang Raya melaksanakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 2. Hal ini merujuk dari kasus Covid-19 yang membaik di daerah tersebut.

“Ada beberapa wilayah yang bisa menjadi contoh baik bagaimana pengendalian itu dilaksanakan. Kita melihat di wilayah aglomerasi Semarang Raya adalah salah satunya yang turun level dari level 3 ke level 2,” ujar Juru Bicara Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi secara virtual, Rabu (1/9/2021).

Bahkan, kata Nadia, insidensi dan angka kematian akibat Covid-19 di Semarang Raya mengalami penurunan yang signifikan. “Kita bisa melihat insidensi dan angka kematian di Semarang Raya mengalami penurunan signifikan terpantau sejak diterapkannya PPKM darurat di awal Juli 2021,” paparnya.

Nadia menambahkan, penurunan kasus dengan kematian di Semarang Raya terjadi dengan tetap mempertahankan dan meningkatkan upaya testing dan tracing di wilayah-wilayah tersebut. Bahkan, testing di Semarang Raya 6 kali lipat dari standar WHO.

“Sebagai contoh testing di Kota Semarang itu mencapai 6 kali lipat dari standar WHO dan ini tentunya harus terus dipertahankan,” ujar Nadia.

Selain itu, menurut Nadia keterlibatan masyarakat juga menjadi salah satu kunci dalam penanganan pandemi Covid di wilayah Semarang Raya.

Baca Juga: Testing Semarang Raya Turun ke PPKM Level 2, Testing 6 Kali Lipat dari Standar WHO
Delta Sempat Dominasi Dunia, Indonesia Waspadai Virus Corona Varian Lambda

“Program pelibatan masyarakat seperti Jogo Tonggo merupakan salah satu program unggulan Jawa Tengah dan juga Kampung Siaga Candi Hebat yang diterapkan di Kota Semarang sebagai langkah taktis,” katanya.

“Perlu diperhatikan bahwa meskipun terjadi penurunan level, penerapan protokol kesehatan dan juga upaya pengendalian lain tidak boleh kendor karena pandemi belum selesai,” tukasnya.

Video Terkait