Duh! Menkes Isyaratkan Kita Hidup dengan COVID-19 5-10 Tahun Lagi

Ilustrasi Covid-19. (Pixabay)

Penulis: Tatang Adhiwidharta, Editor: Reza P - Selasa, 17 Agustus 2021 | 18:20 WIB

Sariagri - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin, mengisyaratkan masyarakat bakal hidup bersama dengan COVID-19 dalam waktu lama. Musababnya, itu fokus pemerintah mengendalikan pandemi bukan langsung menghilangkan.

"Pandemi ini tidak akan hilang dengan cepat, mungkin akan berubah menjadi epidemi dan kita mesti hidup dengan mereka selama bisa 5 tahun, bisa 10 tahun, bisa juga lebih lama dari itu," tutur Budi Gunadi Sadikin seperti dikutip dari YouTube Kemenkeu, Selasa (17/8).

"Fokus kita tidak langsung menghapus pandemi ini, tetapi mengendalikan pandemi ini dengan memastikan bahwa laju penularan selalu di bawah kapasitas layanan kesehatan kita," tambahnya.

Menurut situs Unair.ac.id, pandemi merupakan ketika wabah penyakit terjadi secara serentak di mana-mana. Sementara epidemi adalah suatu penyakit yang telah menyebar dengan cepat di sebuah wilayah dan mempengaruhi populasi penduduk di wilayah atau negara itu.

Menurut Budi Gunadi Sadikin ada tiga strategi yang disiapkan oleh pemerintah. Pertama, perubahan perilaku dengan menerapkan protokol kesehatan dengan memakai masker, menjaga jarak, dan sering mencuci tangan.

Kedua, lakukan deteksi dengan baik, yaitu testing, lacak, dan isolasi. Kedua strategi ini yang diarahkan kepada orang sehat itu untuk mengurangi laju penularan.

"Karena musuhnya pandemi ini adalah mengurangi penularan karena penularan pandemi ini cepat sekali," papar Budi Gunadi Sadikin.

Untuk yang ketiga, vaksinasi. Indonesia sudah mendapatkan akses dan kontrak untuk kebutuhan 208 juta orang. kedatangan vaksin ini secara bertahap.

Baca Juga: Duh! Menkes Isyaratkan Kita Hidup dengan COVID-19 5-10 Tahun Lagi
Bagi Warga yang Mau Vaksin Moderna Wajib Tunjukkan Surat Ini

Januari-Juli 2021 sudah datang 90 juta dosis vaksin. Bulan Agustus ini mungkin sekitar 70 juta dosis dan September 2021 sebanyak 80 juta dosis.

"Tiga strategi ini akan dilakukan hingga pandemi berubah menjadi epidemi. Jadi bapak ibu jangan mengendorkan hal ini walaupun kasusnya sudah turun, bahkan menjadi bagian kehidupan sehari-hari ke depannya," pungkasnya.

Video Terkait