Pembangunan Taman Sains Teknologi Herbal dan Hortikultura Diserahkan Ke PUPR

Menteri Koordinator Bidang Maritim bersama Kepala BPPT (Dok. Kemenko Marves).jpg

Editor: Tatang Adhiwidharta - Selasa, 3 Agustus 2021 | 17:00 WIB

SariAgri - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi bersama Badan Pengkajian dan Penerapan teknologi (BPPT) melakukan serah terima Dokumen Perencanaan Pembangunan Taman Sains Teknologi Herbal dan Hortikultura (TSTH2) Pollung Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara.

“TSTH2 dirancang sebagai pusat riset dan inovasi pengembangan herbal dan hortikultura, satu diantaranya untuk menghasilkan bibit lokal yang unggul untuk mendukung program Food Estate Sumatera Utara,” ujar Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut B. Pandjaitan, Senin (2/8/2021).

Luhut mengapresiasi kerja keras BPPT dalam menyelesaikan dokumen Detail Engineering Design (DED) pembangunan tahap 1 ini. Dia berharap dokumen lengkap dapat segera terselesaikan pula.

“Kami berharap agar dokumen Amdal dan DED lengkap dapat diselesaikan sesuai jadwal pula, yaitu di bulan September,” ungkapnya.

Luhut mengungkapkan bahwa selanjutnya dokumen tersebut akan diserahkan ke Menteri PUPR untuk dilakukan penelaahan sesuai persyaratan lelang.

“Saya mengharapkan komitmen semua pihak untuk mengawal pembangunan ini,” katanya.

Sementara itu, Kepala BPPT Hammam Riza menyatakan bahwa dari hasil riset dan inovasi yang akan dilahirkan dari TSTH2 Pollung bisa menjadi inovasi kelas dunia.

“Kami begitu mengapresiasi semua pihak yang telah bahu membahu mengerjakan ini, kami berharap TSTH2 Pollung dapat menjadi pusat riset dan inovasi tanaman obat dan hortikultura kelas dunia,” katanya.

Riza menambahkan bahwa TSTH2 akan menjalankan fungsi sebagai etalase dunia, sebagai “hub” dan akselerator riset tanaman obat & Hortikultura Indonesia. Selain itu, lanjut dia, TSTH2 juga melakukan inkubasi teknologi untuk melahirkan Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (PPBT).

Baca Juga: Pembangunan Taman Sains Teknologi Herbal dan Hortikultura Diserahkan Ke PUPR
Hobi Peliharan Ikan? 5 Tanaman Herbal Ini Cocok untuk Kesehatannya

“Melakukan kerjasama dan layanan kontrak riset (Contract Research Organization) dengan mitra dalam dan luar negeri serta menjalankan fungsi sebagai Teaching Industry,” imbuhnya.

Untuk diketahui, dokumen tahap satu ini terdiri dari Dokumen konsep dasar Kawasan TSTH2, Dokumen Site plan – Visioning plan, Dokumen Studi Kelayakan (Feasibility Study), Dokumen Rencana Induk (Master plan), Dokumen Rencana Aksi (Action Plan), DED Tahap 1 (Gambar Kerja), DED Tahap 1 (RAB), DED Tahap 1 (RKS).

Video Terkait