Sandiaga Uno Dukung Produk Sepatu Ramah Lingkungan Indonesia Mendunia

Produk sepatu ramah lingkungan. (Kementan)

Editor: Arif Sodhiq - Rabu, 19 Mei 2021 | 12:10 WIB

SariAgri - Akhir-akhir ini produk ramah lingkungan yang bisa didaur ulang mulai bermunculan seiring dengan semakin gencarnya gerakan cinta lingkungan. Gerakan ini tidak hanya berhubungan dengan pengelolaan sampah tetapi juga mulai merambah ke dunia fesyen seperti sepatu.

Meski tidak sebanyak pakaian, sebagian orang memiliki lebih dari sepasang sepatu. Kalau sudah tidak terpakai atau rusak, biasanya sepatu langsung dibuang dan menjadi sampah.

Saat ini beberapa brand sepatu mulai menggunakan bahan ramah lingkungan. Di Indonesia sejumlah produsen mulai memproduksi sepatu jenis itu. Salah satunya PT Triangkasa Lestari Utama produsen sneakers yang gencar menggaungkan gerakan perubahan lingkungan.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uno mendukung produk dengan penggabungan konsep ekonomi kreatif dan tren lingkungan berkelanjutan.

Menparekraf mengatakan pandemi COVID-19 memaksa pelaku industri melakukan reposisi. Salah satunya menggarap peluang tren lingkungan berkelanjutan (sustainability).

"Salah satu yang jadi tren, yang saya sebut unstoppable trend itu adalah tren terhadap sustainability, keberlanjutan lingkungan. Menggabungkan ekonomi kreatif dengan salah satu tren yang unstoppable seperti keberlanjutan lingkungan ini menurut saya sangat brilian," ujarnya dalam peluncuran produk Bio Sneakers Indonesia di Jakarta secara luring dan daring, Selasa (18/5/2021).

Sandiaga mengapresiasi konsep yang diusung NODE, salah satu merek produk Bio Sneakers buatan Indonesia, hasil kerja sama antara PT Triangkasa Lestari Utama dengan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan), Kementerian Pertanian (Kementan). NODE merupakan sepatu dengan serat alam lokal yang diproduksi dengan pertimbangan lingkungan. Karena berbahan serat pangan, produk sepatu buatan wirausaha lokal itu dapat terurai.

"Istilahnya ini sepatu kalau kita tanam di dalam tanah, sekitar satu tahun mungkin sudah bisa terurai. Brand NODE singkatan dari No Deforestation, ini anak muda yang nge-branding dengan konsep keberlanjutan, kami sangat mengapresiasi," kata Sandiaga.

Di sisi lain, Sandiaga menekankan pentingnya NODE untuk meningkatkan kapasitas produksinya guna mengantisipasi lonjakan permintaan. Terlebih produk ini akan mulai dikenalkan di ajang Internasional World Fashion Week di Paris, Prancis, Oktober 2021.

"Untuk sepatu perdana kami (Biosneakers) memiliki konten bio sekitar 90 persen. Kami menyediakan layanan pengolahan produk habis masa pakai sekitar 3 sampai 5 tahun dengan mendekomposisi sol sepatunya dan mendaur ulang uppernya. Untuk produk yang akan kami rilis di bulan Mei 2021 sudah 100 persen dari tanaman,” ungkap pendiri dan pimpinan NODE, David Chrisnaldi.

Dia menambahkan meski berbahan baku tanaman bukan berarti produk sepatu mudah rusak tetapi memudahkan didekomposisi dengan teknik khusus agar kembali menjadi tanah.

Komponen utama eco-friendly pada sneakers antara lain serat rami yang lembut dan kuat, serat bambu antibakteri, kapas, karet alam, minyak kelapa dan nanobiosilika dari sekam padi hasil penelitian Balitbangtan.

Nanobiosilika dari sekam padi menghadirkan alas kaki dengan fleksibilitas tinggi (kuat dan lentur, tidak kaku), daya cengkeram tinggi pada kondisi basah, tetap ringan sehingga nyaman dan aman dipakai.

“Dengan sifat uniknya itu, nanobiosilika dari sekam padi mampu mengungguli kinerja silika komersial impor yang selama ini digunakan pada produk karet kami,” ungkap David.

Kepala Balitbangtan Fadjry Djufry mengatakan sebelumnya produk nanobiosilika dari sekam padi telah dikembangkan Balitbangtan dalam bentuk cair dan penerapannya mampu mengoptimalkan produktivitas padi. 

Baca Juga: Sandiaga Uno Dukung Produk Sepatu Ramah Lingkungan Indonesia Mendunia
Antisipasi Kerumunan, Pengelola Ragunan Siapkan Lingkaran Khusus

Kini Balitbangtan telah berhasil mengembangkan produk inovatif baru nanobiosilika serbuk dari sekam padi yang mampu meningkatkan kinerja eco-friendly sneakers yang dan telah dimanfaatkan oleh masyarakat.

"Hal ini dengan sendirinya akan meningkatkan pendapatan industri penggilingan padi, pendapatan petani, menghemat devisa negara, sekaligus mengatasi masalah lingkungan akibat pembuangan dan pembakaran sekam secara sembarangan,” pungkasnya.

Video Terkait