Menteri KUKM Pastikan Program Pemulihan Ekonomi bagi KUMKM Dilanjutkan

lustrasi: Sejumlah pekerja menyortir ikan di industri pengolahan ikan asin Jongor, Tegal, Jawa Tengah (Antara Foto/Oky Lukmansyah)

Penulis: Yoyok, Editor: Arif Sodhiq - Kamis, 18 Maret 2021 | 12:20 WIB

SariAgri - Kalangan Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (KUMKM) tak perlu khawatir kesulitan permodalan pada tahun ini. Sebab, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM), Teten Masduki, menegaskan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) khususnya pembiayaan bagi KUMKM masih akan dilanjutkan oleh pemerintah.

Menteri Teten menyebutkan program PEN KUMKM terdiri dari dua klaster. Klaster pertama, bagi usaha mikro yang unbankable, Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM). “Insya Allah segera akan digulirkan oleh Presiden,” ujar Teten saat menjadi keynote speaker dalam acara Graduation Banking Editors Masterclass yang digelar secara virtual, Rabu (17/3).

Kedua, PEN bagi kelompok usaha yang sudah bankable dan telah mendapatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Berupa fasilitas subsidi bunga KUR dan pembiayaan modal kerja koperasi melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM).

“Pemerintah terus mematangkan alternatif pembiayaan untuk UMKM dan Koperasi yang murah, mudah, dan cepat agar UMKM cepat naik kelas,” ujar Teten.

Ia mengakui, pandemi memberikan dampak sangat besar bagi UMKM.

Menurut data Siap Bersama UKM, dampak pandemi terhadap UMKM di antaranya kesulitan pemasaran dengan persentase 22,9 persen, lalu distribusi terhambat 20,01 persen, kesulitan permodalan 19,39 persen, dan bahan baku 18,87 persen.

“Sebesar 98 persen UMKM mengalami penurunan penjualan serta 50,5 persen UMKM mengurangi karyawannya,” jelas dia mengutip data SMRC pada 2020.

Meski begitu, Teten menilai kinerja pertumbuhan ekonomi Indonesia sedikit lebih baik dibandingkan banyak negara di Asean maupun berbagai negara anggota G20, seperti Amerika Serikat (minus 3,5 persen), Jerman (minus 5,0 persen), Rusia (minus 3,1 persen), Singapura (minus 5,8 persen), dan Filipina (minus 9,5 persen).

Kondisi ekonomi Indonesia berangsur pulih tersebut ditandai angka pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal IV 2020 sebesar minus 2,19 persen year on year (yoy) atau jauh lebih baik dari kuartal II (minus 5,32 persen), maupun kuartal III (minus 3,49 persen).

“Melihat perkembangan ini, saya ingin mengajak kita semua untuk lebih optimis,” ujar Teten. Guna mengurangi risiko usaha dari UMKM agar lebih feasible, sambungnya, pelaku usaha mendapatkan akses pembiayaan, pihaknya menyiapkan 4 transformasi besar.

Baca Juga: Menteri KUKM Pastikan Program Pemulihan Ekonomi bagi KUMKM Dilanjutkan
Survei BRI Ungkap Optimistis Pelaku UMKM di Tengah Pemulihan Ekonomi

UMKM diharapkan terdata dengan baik, berusaha dalam skala ekonomi dan efisien, serta proses pembinaan menjadi lebih fokus dan terarah.

Teten menjelaskan, 4 transformasi besar yang dimaksud yaitu transformasi dari informal ke formal, transformasi ke digital dan pemanfaatan teknologi, transformasi ke dalam rantai nilai atau value chain, dan modernisasi koperasi.

Video Terkait