Warga di Sampang Dapat Pelatihan Buat Hand sanitezer dari Bahan Alami

Mahasiswa Unusa ajarkan warga desa buat hand sanitizer berbahan alami. (Foto: Istimewa)

Editor: M Kautsar - Jumat, 12 Februari 2021 | 21:15 WIB

SariAgri - Gerakan disiplin menjaga protokol kesehatan menjaga jarak, memakai masker dan mencuci tangan (3M) terus digaungkan pemerintah. Langkah itu bertujuan membantu mensukseskan program tersebut, sekelompok mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama (Unusa) mengajarkan warga di pelosok desa secara mandiri membuat hand sanitizer dari bahan alami.

Pelatihan ini ditujukan untuk masyarakat Desa Banyuates, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang, Jawa Timur. Sedangkan bahan yang digunakan dalam membuat hand sanitizer alami yakni dari daun sirih dan jeruk nipis.

Ketua tim Unusa, Sudarmanto menjelaskan hasil pembuatan hand sanitizer dari bahan alami ini bisa digunakan warga lainnya tanpa harus membeli di pusat kota yang jarak tempuhnya sangat jauh.

“Untuk mencapai toko-toko yang menjual hand sanitizer di pusat kota warga harus menempuh jarak lumayan jauh. Karena itu kami beri pelatihan membuat hand sanitizer mandiri. Selain itu kami juga beri penyuluhan tentang bahaya Covid-19 ke warga sekitar,” kata Sudarmanto kepada Sariagri, Jumat (12/2). 

Sudarmanto menjelaskan memilih membuat hand sanitizer dengan bahan alami lantaran mudah ditemui dilingkungan sekitar pekarangan rumah warga. Selain itu, bahan yang digunakan aman untuk kulit karena tidak mengandung bahan kimia.

Ke depan melalui pelatihan ini, warga juga bisa memproduksi hand sanitizer dalam jumlah banyak. Sehingga bisa dijual dan hasilnya dapat menjadi pemasukan tambahan keluarga di samping penghasilan dari pertanian.

“Hasil produk bisa diberi label dan dijual ke pasar. Keuntungan dari penjualan hand sanitizer bisa membantu ekonomi keluarga. Selain itu pelatihan ini tak hanya menyasar warga dewasa, namun juga anak-anak dan pelajar. Semoga ke depan bermanfaat dan bisa ditularkan ke desa lainnya,” kata dia.

Video Terkait