Tangkap Peluang Pasar MotoGP, NTB Buka Bazar UMKM

Pelaku industri kreatif perajin ketak di Desa Karang Bayan, Lombok Barat, NTB. (Foto: Sariagri/Yongki)

Editor: M Kautsar - Senin, 8 Februari 2021 | 21:00 WIB

SariAgri - Beragam upaya terus dilakukan untuk mengembangkan kualitas produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di daerah. Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) membuka Bazar UMKM yang dirangkai dengan Window Shopping kepada kalangan perbankan. Langkah ini dibuat agar produk UMKM bisa siap menyambut dan mengisi potensi pasar dari perhelatan internasional MotoGP 2021 mendatang.

Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Lalu Gita Ariadi, mengungkapkan bahwa kegiatan bazar dapat memantik UMKM lebih siap, baik dari segi kualitas dan kuantitas produk.

"Ajang ini merupakan pemanasan untuk melihat produk-produk UMKM kita, apakah layak tampil, memiliki daya saing dan siap untuk menyambut perhelatan besar MotoGP 2021 atau tidak, sambil terus dievaluasi," kata Gita.

Gita mengingatkan, UMKM juga harus mau terus belajar meningkatkan kualitas dan hasil produk agar mampu bersaing, serta bisa membaca potensi dan memenuhi permintaan pasar dengan kualitas terbaik.

Untuk itu, Gita mengajak pihak perbankan, BUMN dan BUMD serta lembaga lain, bersama-sama dengan pemerintah untuk dapat menunjukan keberpihakan dan dukungannya terhadap UMKM dengan membeli produk lokal NTB.

"Kegiatan ini sebagai wujud dari komitmen kita mendukung UMKM di daerah. Untuk itu, kita harus lakukan langkah-langkah progresif membantu UMKM. Sehingga spirit Bela Beli Produk Lokal dapat menggeliatkan ekonomi masyarakat ditengah wabah Covid-19," ajaknya.

Kepala Bank Indonesia Perwakilan Provinsi NTB, Heru Saptaji, mengatakan bahwa perbankan yang tergabung dalam Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) NTB akan mendukung program bela beli produk UMKM lokal yang dicanangkan Pemprov NTB.

"Inilah bentuk keberpihakan perbankan terhadap UMKM," kata Heru.

Heru berharap, di tengah keadaan pandemi seperti sekarang ini keberpihakan BMPD dapat memberikan harapan UMKM untuk terus berkarya. Sehingga, dia juga mengajak perbankan untuk membeli produk UMKM sebanyak-banyaknya.

"Karena di tengah pandemi, inilah bentuk empati, kepedulian dan perhatian kita semua untuk menjaga kondisi perekonomian agar bisa tumbuh dan segera pulih dari keterpurukan," harapnya.

Terlebih Provinsi NTB telah ditunjuk sebagai salah satu daerah yang dipilih untuk penyelenggaraan gerakan nasional Bangga Buatan Indonesia, yang rencana pelaksanaannya pada Maret 2021 di Mandalika.

"Ini kesempatan bagi kita untuk menujukan produk buatan lokal, baik secara offline dan online kepada dunia," tutup Heru.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB, Fathurrahman menjelaskan bahwa kegiatan ini dalam rangka pemulihan ekonomi masa pandemi Covid-19, dan sosialisasi keberadaan serta peran NTB Mall.

Menurut Fathurrahman, pihaknya juga telah bekerjasama dengan Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) NTB pertama kali menyelenggarakan acara ini.

"Ini merupakan salah satu cara kita mempromosikan UMKM NTB, karena tanpa aksi kita tidak maksimal," kata Fathurrahman.

Diakui Fathurrahman, NTB Mall sejak awal memang dihajatkan untuk mewadahi UMKM dengan berbagai varian produk. Sehingga interaksi pelaku UMKM dan pembeli serta masyarakat pada umumnya lebih cepat dan mengetahui keberadaan Marketplace milik NTB.

"Dipastikan produk yang ada di NTB Mall adalah asli hasil karya UMKM lokal di NTB," tegasnya.

Begitupun kualitas dan kuatitas produk sangat diperhatikan. Selama ini Dinas Perdagangan terus bersinergi dengan OPD dan lembaga lain untuk membina UMKM agar memiliki produk yang berdaya saing.

"Bazar UMKM ini juga akan menghadirkan 161 UKM yang produknya telah ditampilkan di NTB Mall offline store, dan tambahan 23 UMKM yang menempati stand untuk display produk," katanya.

Video Terkait