Ribuan KPM Program BPNT Kemensos Terima Ayam Hidup

Keluarga Penerima Manfaat (KPM) program BPNT Kemensos RI, menerima ayam hidup. (Antara)

Editor: Arif Sodhiq - Senin, 25 Januari 2021 | 20:30 WIB

SariAgri - Enam ribuan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Kementerian Sosial di Kecamatan Pagelaran, Cianjur, Jawa Barat menerima ayam hidup untuk komoditas protein hewani. Ini berbede dengan biasanya yang dalam bentuk daging ayam potong atau daging sapi.

Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial Dinas Sosial (Dinsos) Cianjur, Surya mengatakan baru mendapat laporan terkait komoditas daging ayam potong yang seharusnya diterima KPM diganti dengan ayam hidup. Karena itu pihaknya akan segera menindaklanjuti karena tidak ada dalam pedoman umum program BPNT.

"Ini baru pertama kali ada komoditi yang diganti dengan ayam hidup bukan daging ayam potong yang diterima KPM. Kami baru mendapat laporan terkait hal tersebut, namun selama tidak ada yang keberatan, mungkin bukan masalah. Tapi kami akan tindaklanjuti, terkait 6000 lebih KPM menerima ayam hidup dari Ewaroeng di Kecamatan Pagelaran," ujarnya, Senin (25/1/2021).

Berdasarkan pedoman umum dari Kemensos RI, lanjut dia, setiap KPM menerima bantuan Rp200.000 melalui kartu khusus yang nantinya dapat ditukarkan sembako di jaringan layanan e-Waroeng.

Bantuan tersebut dapat ditukarkan menjadi empat komoditas yaitu beras sebagai sumber karbohidrat, telur, daging sapi, daging ayam dan ikan sebagai sumber protein hewani, kacang-kacangan atau tahu tempe sebagai protein nabati dan buah-buahan sebagai sumber vitamin. Masing-masing komoditas itu dipasok e-Waroeng.

Ribuan KPM di Kecamatan Pagelaran merasa keberatan dengan komoditas untuk pemenuhan protein hewani dalam bentuk ayam hidup. Bahkan beberapa mereka tidak dapat menikmati bantuan karena ayam yang diterima mati selang beberapa jam.

"Kami juga tidak tahu apa alasannya, namun untuk daging dari e-waroeng yang kami terima dalam bentuk ayam hidup. Pastinya keberatan karena biasanya tinggal mengolah sekarang harus mengurusi ayam hidup. Bahkan ada yang baru menerima ayamnya sudah mati," kata Gofur KPM warga Desa Pagelaran.

Baca Juga: Ribuan KPM Program BPNT Kemensos Terima Ayam Hidup
KKP Bagi-bagi Ikan Segar untuk Sumber Protein Warga Selama Pandemi

Sementara itu Kepala Desa Pagelaran, Rachmat Rusyandi mengatakan sebagian besar warganya penerima bantuan Kemensos berupa ayam hidup yang sebelumnya sudah dalam bentuk daging ayam potong. Pihaknya belum mendapat jawaban dari e-Waroeng atau pendamping TKSK perihal digantinya daging ayam potong dengan ayam hidup.

"Sebagian besar KPM mempertanyakan hal tersebut. Mereka lebih memilih daging yang tinggal diolah dibandingkan ayam hidup. Kami lihat di pedoman umum dalam bentuk daging bukan ayam hidup. Kami masih menunggu jawaban dari Ewaroeng dan pemasok," tandasnya.(Ant)

Video Terkait