IPB University Bantu Ekspor Keripik Sukun dan Sirup Mangga Warga Indramayu

Tim IPB University bantu ekspor sukun dan sirup mangga buatan warga Indramayu. (Foto: Istimewa)

Editor: M Kautsar - Senin, 4 Januari 2021 | 12:45 WIB

SariAgri - Hasil produk umkm warga Indramayu, Jawa Barat kini sudah bisa dinikmati oleh masyarakat di Hong Kong dan Brunei Darussalam. ekspor keripik sukun dan sirup mangga itu bisa dilakukan berkat bantuan Mahasiswa ipb University dalam program IPB Goes to Field (IGTF) Domisili 2020.

Di bawah bimbingan dosen pembimbing program dari Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen (IKK), Tin Herawati para mahasiswa yang dikirim berhasil meningkatkan pemasaran produk UMKM Desa Pekandangan Jaya, Indramayu hingga ke kancah internasional.

Wakil Kepala LPPM bidang Pengabdian kepada Masyarakat, Sofyan Sjaf mengatakan bahwa program IGTF Domisili dilaksanakan di sepuluh kabupaten yang masing-masing dipandu oleh dosen pembimbing dengan tema yang berbeda. IGTF Domisili di Desa Pekandangan Jaya bertema Pendampingan digital Marketing yang ditujukan pada UMKM produk lokal.

“Mahasiswa IGTF Domisili dan dosen pembimbing mendampingi UMKM selama dua bulan dengan menetap di desa binaan. Produk UMKM yang mendapatkan binaan yakni keripik sukun, kecap dan sirup mangga," kata Sofyan.

Mahasiswa IGTF Domisili membantu dari sisi pemasaran ke pasar online dan sekaligus membuatkan brand kemasan produk. Selain pemasaran, para mahasiswa ini juga harus bisa memangkas biaya produksi dalam pengemasan sehingga harga menjadi lebih murah di pasaran sehingga meningkatkan jumlah penjualan.

Menurut Sofyan, pemanfaatan potensi yang ada di IPB University, seperti mahasiswa, dapat menjadi bukti nyata pengabdian perguruan tinggi di desa.

“Mahasiswa adalah potensi bagi kami. Kami tidak mau hasil-hasil penelitian yang dihasilkan tertumpuk di ruangan dan tidak terimplementasikan oleh mahasiswa. Mahasiswa berada di desa dapat membersamai masyarakat menyelesaikan beberapa permasalahan yang ada. Mahasiswa punya tenaga yang kuat dan pikiran yang jernih untuk berinovasi karena masih muda. Hal itu sangat disayangkan sekali jika tidak dimanfaatkan dengan baik,” tambahnya.

Senada dengan itu, Kuwu Desa Pekandangan Jaya, Asnali meyampaikan bahwa masyarakat sangat menunggu kehadiran IPB University yang kaya akan inovasi untuk membantu meningkatkan pendapatan masyarakat, khususnya  para pelaku UMKM.

Selain membantu di bidang pemasaran dan kemasan, mahasiswa juga mengadakan pelatihan desain grafis dan digital marketing pada pemuda desa yang tergabung dalam karang taruna desa. Hasil pelatihan itu nantinya akan dapat membantu UMKM di desa tersebut. (SariAgri/Yudi Asmaraloka)

Video Terkait