Tingkatkan Kemampuan, Warga Desa Duyung Rintis Daur Ulang Sampah

Pelatihan tingkatkan kapasitas warga Desa Duyung dalam mendaur ulang sampah (Foto: Sariagri/Arief L)

Editor: M Kautsar - Kamis, 12 November 2020 | 10:02 WIB

SariAgri - Untuk meningkatkan kesejahteraan warga di pelosok Desa Duyung, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto Jawa Timur, Tim Universitas Surabaya (Ubaya) menyalurkan dana hibah dari Kemenristek Badan Riset dan inovasi Indonesia  (BRIN) melalui Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM).

Program hibah PPDM multi sasaran tahun ini baru dimulai 2020 hingga 2022 mendatang.

Ketua tim dan dosen Program Studi Teknik Kimia Tuani Lidiawati Simangunsong mengatakan program optimalisasi Desa Duyung sebagai desa wisata berbasis lingkungan menjadi prioritas program hibah kali ini.

Dalam tahun pertama di awal November 2020 banyak kegiatan yang dilakukan. Salah satunya pelatihan dan edukasi daur ulang sampah kepada para perempuan yang tergabung dalam PKK Desa Duyung. Pelatihan ini memanfaatkan mitra yaitu bank sampah.

“Pelatihan mendaur ulang  sampah dan mengelola bank sampah di Desa Duyung menjadi fokus pendanaan hibah tahun pertama. Mulai dari proses pemilihan limbah, penyiapkan bahan untuk kerajinan hingga menjadikan bahan-bahan tersebut menjadi barang layak pakai seperti bunga untuk hiasan rumah dan tas wanita,” kata Tuani.

Para perempuan Desa Duyung sebagai peserta pelatihan tampak antusias. Selain mendapatkan keterampilan tambahan mengolah sampah menjadi tas, mereka juga mendapat kesempatan berbagi cerita kepada warga desa lain di luar Trawas Mojokerto.

Edukasi dan Pelatihan Daur Ulang Sampah Anorganik dilaksanakan dalam 3 waktu pada tanggal 17, 24, dan 30 Oktober 2020 di Surabaya. Sementara kegiatan berbagi pengalaman warga di Surabaya digawangi oleh Pusham Ubaya melalui dana hibah Bansos dari Dinas perikanan dan Kelautan. Para perempuan dari Bank Sampah Desa Duyung Trawas, Mojokerto menjadi narasumber pada kegiatan tersebut.

“Saya mendapat pengalaman yang berharga dengan adanya pendampingan dari Ubaya. Selain ibu-ibu warga saya mendapat keterampilan lebih, juga pengalaman berbagi dengan warga lain,” pungkas Ibu Parmi sebagai wakil dari Desa Duyung, Trawas.  (Sariagri/Arief L) 

Video Terkait