Ilmuwan Temukan Enzim Super yang Bisa Daur Ulang Plastik 6 Kali Lebih Cepat

Ilustrasi sampah plastik (Pixabay)

Editor: Dera - Selasa, 20 Oktober 2020 | 12:00 WIB

SariAgri - Para ilmuwan telah menciptakan 'koktail' enzim yang dapat mencerna plastik hingga enam kali lebih cepat dari enzim pemakan plastik PETase yang telah mereka ciptakan sebelumnya.

Enzim kedua, yang ditemukan di bakteri penghuni sampah yang sama yang hidup dari makanan botol plastik, telah dikombinasikan dengan PETase untuk mempercepat penguraian plastik.

Secara ilmiah, PETase memecah polietilen tereftalat (PET) kembali menjadi blok penyusunnya. Temuan ini menciptakan peluang untuk mendaur ulang plastik tanpa batas dan mengurangi polusi plastik dan gas rumah kaca yang mendorong perubahan iklim.

PET adalah termoplastik yang paling umum digunakan untuk membuat botol minuman sekali pakai, pakaian dan karpet. Bahan kimia ini membutuhkan waktu ratusan tahun untuk terurai di lingkungan, tetapi PETase dapat mempersingkat waktu ini menjadi beberapa hari.

Penemuan awal ini membuka prospek revolusi dalam daur ulang plastik dan menciptakan solusi energi yang potensial untuk mengatasi limbah plastik. Tim peneliti merekayasa enzim PETase alami di laboratorium menjadi sekitar 20 persen lebih cepat dalam memecah PET.

Saat ini, tim trans-Atlantik yang sama telah menggabungkan PETase dan enzim kedua yang disebut MHETase, untuk menghasilkan 'super-enzym' yang memiliki peningkatan daya daur ulang luar biasa. Studi ini telah dipublikasikan di jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences.

Tim peneliti dipimpin oleh para ilmuwan yang merancang PETase, Profesor John McGeehan, Direktur Pusat inovasi Enzim (CEI) di Universitas Portsmouth, dan Dr Gregg Beckham, Peneliti Senior di Laboratorium Energi Terbarukan Nasional (NREL) di Amerika.

"Eksperimen pertama kami menunjukkan bahwa keduanya (PETase dan MHETase) bekerja lebih baik bersama-sama, jadi kami memutuskan untuk mencoba menghubungkan mereka secara fisik, seperti dua Pac-men yang digabungkan dengan seutas tali," kata Profesor McGeehan, seperti dikutip Sciencedaily

Temuan ini memunculkan harapan akan solusi masalah pencemaran plastik global. PETase dan gabungan MHETase-PETase bekerja dengan mencerna plastik PET, dan mengembalikannya ke blok bangunan aslinya. Hal ini memungkinkan plastik dibuat dan digunakan kembali tanpa henti, sehingga mengurangi ketergantungan kita pada sumber daya fosil seperti minyak dan gas.

Baca Juga: Ilmuwan Temukan Enzim Super yang Bisa Daur Ulang Plastik 6 Kali Lebih Cepat
Agrivoltaics, Bertani dan Beternak di Bawah Panel Surya

Profesor McGeehan menggunakan Diamond Light Source, di Oxfordshire, sinkrotron yang menggunakan berkas sinar-X yang memiliki intensitas cahaya 10 miliar kali lebih terang dari matahari untuk bertindak sebagai mikroskop yang cukup kuat untuk melihat atom-atom individu.

Teknologi ini memungkinkan tim memecahkan struktur 3D dari enzim MHETase, memberi mereka cetak biru molekuler untuk mulai merekayasa sistem enzim yang lebih cepat. (Sariagri/Marthin)

Video Terkait