Genjot Ekspor Nasional, KOPITU Gandeng Kementan dan Kemendag

Ilustrasi pelabuhan tempat kegiatan ekspor. (Pixabay)

Editor: Arif Sodhiq - Kamis, 17 September 2020 | 17:45 WIB

SariAgri - Berbagai upaya dilakukan Komite Pengusaha umkm Indonesia Bersatu (KOPITU) untuk meningkatkan ekspor nasional di masa pandemi COVID-19. Salah satunya dengan menggandeng Kementerian pertanian (Kementan), Kementerian Perdagangan (Kemendag), dan Eximbank Indonesia.

“Platform Indonesian Grocery KOPITU dapat menjadi media e-Commerce yang sangat baik bagi pelaku UKM dan petani untuk melakukan penetrasi pasar luar negeri,” ujar Ketua Umum KOPITU Yoyok Pitoyo, Kamis (17/9/2020).

Menurut dia, dukungan pemerintah bagi pelaku ekonomi sangat dibutuhkan, terutama di masa pandemi COVID-19. Hal ini karena salah satu cara menggenjot roda perekonomian adalah dengan ekspor produk UKM dan produk pertanian.

“Inisiatif telah kami lakukan dan telah kami persiapkan, respon dari pelaku UKM dan petani juga sangat antusias dan positif. Sekarang semua kita kembalikan ke pemerintah, bagaimana peluang ini akan ditindaklanjuti,” kata Yoyok.

Yoyok dikutip laman kementan mengatakan, langkah ini merupakan salah satu upaya mendukung program Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor Pertanian (Gratieks) yang digagas Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo.

Dia berharap kur Pertanian dapat dengan mudah diakses petani sehingga dapat menghasilkan produk unggul dan bernilai ekspor tinggi. Sedangkan KUR bagi pelaku UKM diharapkan dapat diakses sebagai dukungan finansial UKM dalam kegiatan ekspor. Sejauh ini KOPITU telah berhasil membuka pasar ke Uni Emirat Arab dan akan dilanjutkan ke negara lain untuk target pasar yang lebih luaa.

Baca Juga: Genjot Ekspor Nasional, KOPITU Gandeng Kementan dan Kemendag
FTA Diyakini Dukung Peningkatan Ekspor Komoditas Pertanian



Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan), Ali Jamil selaku koordinator Gratieks mengapresiasi upaya penetrasi pasar ekspor yang dilakukan. Pihaknya siap memberi dukungan berupa bimbingan teknis pemenuhan persyaratan teknis.

"Tidak hanya itu, layanan karantina "karpet merah" juga kami siapkan, agar produk memiliki daya saing yang lebih di pasar ekspor," pungkasnya. (Istihanah Soejoethi)

Video Terkait