Penerapan PSBB, Pelaku Usaha Mikro Paling Terdampak

Ilustrasi pelaku usaha mikro (Pexels)

Editor: Arif Sodhiq - Jumat, 17 April 2020 | 06:58 WIB

SariAgri - Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk mempercepat penanggulangan Virus corona (COVID-19) berdampak pada sektor ekonomi. Pelaku usaha dari skala besar hingga UMKM telah merasakan dampaknya.

"(Pelaku usaha) mikro itu sangat terpukul, tapi mereka lebih adaptif. Kalau terpukul, sekarang ini sudah bukan UMKM lagi, tapi semua tinggal tunggu waktu," ujar Pengamat Bisnis dan Marketing, Yuswohady saat dihubungi SariAgri.id, Kamis (16/4/2020).

Yuswohady mengingatkan jika pandemi berkepanjangan, dampak ekonominya juga semakin besar. Dampaknya tidak hanya dirasakan pelaku UMKM yang terancam menutup usaha mereka tetapi juga perusahaan besar yang berpotensi melakukan lay off.

"Kalau perusahaan gede kan tabungannya banyak, tapi tabungan bisa bertahan hanya tiga atau enam bulan. Kalau (pandemi) sampai satu tahun, sudah tidak lihat besar kecil. Kecuali kalau PSBB berhasil, kemudian dibuka meski enggak terus bebas, artinya orang tetap jaga social distancing." katanya.

Menurut Yuswohady, saat ini "cash is king" sehingga harus benar-benar dijaga. Pelaku usaha harus berhemat, melakukan efisiensi dan aktif masuk ke bisnis yang sedang pricing.

"Misalnya hotel dapat memanfaatkan dapurnya untuk menyediakan layanan delievery, jadi hotelnya tutup tapi dapurnya tetap jalan. Selain itu, restoran-restoran bisa online delievery. Ini saatnya bisnis yang jatuh mulai go online," sarannya.

Baca Juga: Penerapan PSBB, Pelaku Usaha Mikro Paling Terdampak
Kadin DKI Jakarta: Tak Semua Bisnis Online Mengalami Kenaikan

Dia menambahkan, saat ini sektor usaha sudah masuk dalam survival mode. Dia meyebut beberapa perusahaan membuat terobosan agar bisa survive. Misalnya memproduksi Hand Sanitizer atau menjual makanan beku yang bukan menjadi bisnis awal mereka.

"Hal ini penting. Jadi apapun dijalankan asal bisa dapat cash. Ini berbagai bentuk kreasi yang bisa dilakukan agar bisa survive," pungkasnya.(Istihanah Soejoethi)

Video Terkait