Tradisi Tumpeng Agung Hasil Bumi, Wujud Syukur Petani, Nelayan dan UMKM

Tradisi Tumpeng Bumi di Gresik. (Sariagri/Arief L)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Jumat, 2 Desember 2022 | 17:15 WIB

Sariagri - Ratusan petani, nelayan dan pelaku UMKM di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, melakukan urunan membuat tumpeng raksasa dalam rangka ungkap syukur atas rejeki melimpah.

Selain itu tumpeng agung berisi aneka hasil bumi, makanan serta jajanan ringan tersebut juga dipersembahkan dalam tradisi perayaan haul kiai haji Muhammad Syafi’i, seorang tokoh penyebar agama islam sekaligus pejuang kemerdekaan, di Desa Pongangan, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik.

“Tradisi tumpeng agung berupa hasil bumi untuk meramaikan peringatan haul kiai haji Muhammad Syafi'i, seorang ulama besar dan pejuang kemerdekaan, di kota santri gresik. prosesi kirab tumpeng agung ini, sekaligus melambangkan rasa rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa sekaligus wujud penghormatan kepada para ulama yang menjadi guru dan teladan warga,” beber Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani kepada Sariagri.

Menurut Gus Yani, panggilan akrab Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, sebelum diperebutkan kepada warga, sebanyak 5 tumpeng agung diarak keliling desa. Tradisi ini dihadiri ribuan orang dari berbagai elemen masyarakat.

“Tradisi tahunan yang telah berlangsung selama puluhan tahun ini, sempat terhenti akibat pandemi covid-19. namun, pada haul ke 57 gaungnya kian terasa, karena diikuti ribuan warga, pejabat dan tokoh masyarakat,” ujar Gus Yani.
Lebih jauh Gus Yani menjelaskan prosesi haul, diawali dengan arak-arakan tumpeng agung setinggi satu setengah meter, berhiaskan produk hasil bumi, diantaranya ikan bandeng, ikan laut, buah-buahan, dan aneka polo pendem.

“Sepanjang perjalanan, ribuan warga berjajar, menyambut kirab tumpeng, menuju makam kyai haji muhammad syafi'i, yang dikenal sebagai ulama, pejuang kemerdekaan dan tokoh pendidikan yang dermawan,” tuturnya.

Ratusan warga mulai dari anak-anak, remaja hingga para orang tua, sudah menunggu sejak pagi langsung terlibat aksi saling berdesak-desakan dan terlibat aksi saling dorong demi mendapatkan potongan tumpeng agung.

“Warga meyakini bisa mendapatkan tumpeng agung, tidak sekedar terasa nikmat, tetapi juga membawa keberkahan karena disuguhkan usai pembacaan doa bersama para ulama dan ratusan warga sekitar,” kata dia.

Fandi Akhmad Yani mengatakan, ada 2 pesan dari peringatan haul, yakni mendoakan para pendahulu dan meneruskan perjuanganya. menurutnya, haul merupakan bentuk penghormatan dan kecintaan kepada para kyai yang menjadi guru dan teladan kita semua.

"Tradisi ini sebagai ungkapan syukur kepada Allah swt dan menjadi media menyatukan warga. kita harus cermat nguri-nguri budaya kearifan lokal yang sarat pesan moral. agar tetap lestari," paparnya.

Baca Juga: Tradisi Tumpeng Agung Hasil Bumi, Wujud Syukur Petani, Nelayan dan UMKM
Pemprov NTB Akan Bangun Balai Berikat untuk Pacu Kawasan Industri

Kirab tumpeng agung, kini telah menjadi agenda tahunan warga di pesisir Gresik dan diharapkan menjadi salah satu objek tujuan wisata, bagi para wisatawan yang datang ke kota santri Gresik.

"Haul merupakan bentuk penghormatan dan kecintaan kepada para kyai dan  masyayikh, yang merupakan guru dan teladan bagi kita. Sekaligus bisa menjadi salah satu agenda wisata religi di kota santri Gresik,” tandasnya.