Kisah Sukijan, Kayu Bekas Disulap Jadi Sepeda Unik Bernilai Ekonomi

Sukijan warga Sidoarjo yang memanfaatkan kayu bekas dan mengubahnya menjadi sepeda. (Sariagri/Arief L)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Rabu, 30 November 2022 | 15:30 WIB

Sariagri - Mulai dibukannya tempat berkumpul di area publik, mendorong tren bersepeda menjadi semakin populer. Masyarakat juga sudah memberanikan diri berolahraga ringan, khususnya bersepeda.

Peluang ini dibaca banyak produsen sepeda untuk berlomba-lomba membuat sepeda dengan berbagai bentuk dan model. Mulai dari sepeda lipat, sepeda ontel, mountain bike (MTB), sepeda fixie, hingga sepeda tandem.

Namun, berbeda dengan produsen lainnya, Sukijan, seorang perajin tinggal di Jalan Merpati Nomor 37, RT07,RW04, Desa Betro, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur justru membuat terobosan unik. Ia dengan penuh telaten membuat sepeda dari bahan utama kerangka kayu, sehingga diberi nama sepeda kayu Kikajeng.

“Sepeda dari besi atau polykarbon sudah umum banyak dijumpai. Makanya saya memuat beda yakni sepeda dari bahan kayu. Pilihan anti-mainstream atau tidak lazim ini, saya beri nama sepeda kayu Kikajeng,” terang Sukijan kepada Sariagri.

Keberaniannya dalam membuat sepeda kayu tak lepas dari pengalamannya dalam membuat mebel custom, interior kayu, hingga kitchen set berbahan dasar kayu. Namun dalam membuat sepeda kayu, ia justru memanfaatkan limbah kayu bekas bangunan rumah yang tidak terpakai.

“Ide awal membuat sepeda angin unik ini, terinspirasi saat saya melihat banyak sekali kayu-kayu bekas kusen atau kerangka pilar bangunan yang terbuang. Kayu bekas ini kemudian saya permak menjadi  sepeda kayu seperti ini,” beber Sukijan seraya menunjukan salah satu model sepeda kayu buatannya.

Jenis kayu bekas bangunan yang sampai detik ini, digunakannya yakni merbau, kayu besi, kayu meranti, kayu jati, dan kayu dammar. Sukijan menuturkan sepeda kayu Kikajeng buatannya memiliki desain yang unik dan berbeda dengan sepeda buatan pabrikan. Selain itu, sepeda ini diklaim lebih kuat dan tahan lama.

“Dijamin kuat dan awet. Selain itu, keunggulan lainnya, pembeli bisa meminta desain berbeda atau desain khusus, sehingga menjadi nilai tambah pada sepeda dan terlihat lebih kreatif serta unik,” imbuhnya.

Baca Juga: Kisah Sukijan, Kayu Bekas Disulap Jadi Sepeda Unik Bernilai Ekonomi
Jadikan Kaum Muda sebagai Aktor Perubahan Iklim

Sebagian besar, pembeli sepeda kayu berasal dari luar pulau Jawa. Umumnya pembeli tertarik untuk memiliki sepeda kayu Kikajeng ini untuk tampil unik saat berolahraga atau sekadar dijadikan pajangan di rumah.

“Kebanyakan pembeli sepeda kayu para kolektor benda unik. Mereka berasal dari Bali, Lombok, Kalimantan hingga Sulawesi. Pembeli dari kota besar di pulau jawa juga ada, tapi jumlahnya terbatas. Untuk harga saya tidak bisa mematok, karena ada nilai artistik pada sepeda kayu. namun kisaran pembeli membayar karya dengan harga antara Rp5 juta hingga Rp10 juta per unitnya,” tandas Sukijan.