Warung Kopi Buka Lowongan Pekerjaan, Ternyata 19 Wanita Jadi Korban Disekap

Warung Kopi yang membuka loker bodong dengan menyekap 19 wanita. (Sariagri/Arief L)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Selasa, 22 November 2022 | 14:00 WIB

Tim Jatanras Polda Jawa Timur menggerebek tempat usaha warung kopi yang berlokasi di kompleks ruko gempol 9 di Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, Jawa timur.

Diduga warkop bernama WP-Gon tersebut menjadi lokasi penyekapan 19 perempuan yang akan diperdagangkan untuk prostitusi.

Kabid Humas Polda Jatim,  Kombes Pol. Dirmanto, membenarkan telah terjadi penggerebekan di lokasi ruko gempol 9 Pasuruan. Dari penggerebekan ini, petugas Polda Jatim menangkap 5 orang yang diduga terlibat dalam sindikat perdagangan manusia tersebut.

“Memang benar, telah dilakukan penggerebekan oleh tim Jatanras bersama subdit Renakta Ditreskrimum Polda Jatim, pada hari senin 14 november 2022 yang lalu. Lokasinya di Pasuruan berkedok warung kopi, modusnya mempekerjakan wanita pemandu lagu. Namun diduga menjalankan praktek prostitusi,” beber Kombes Pol. Dirmanto kepada Sariagri, Senin (21/11/2022).

Saat ini, imbuhnya, 5 orang yang telah ditangkap ditahan di Mapolda Jatim untuk pemeriksaan lebih lanjut. Kelima orang yang diduga terlibat dalam sindikat perdagangan manusia tersebut, yakni Galih dan  Nur Afni, pemilik ruko, Ado penjaga ruko, Eko dan Agus kasir warung kopi.

Guna kepentingan pengembangan penyelidikan, usaha warkop di ruko yang diduga menjadi lokasi penyekapan 19 perempuan yang akan diperdagangkan untuk prostitusi, telah terpasang garis polisi.

Dirmanto menjelaskan dari total 19 perempuan yang disekap tersebut, 15 diantaranya berusia dewasa dan 4 lainnya merupakan anak di bawah umur.

“Dugaan ini merupakan sindikat human trafficking , 19 orang wanita dan anak itu dari hasil penggalian keterangan tersangka untuk dijadikan PSK di kawasan prigen Kabupaten Pasuruan.  modus pelaku membuka lowongan kerja melalui medsos Facebook sebagai pemandu lagu dengan gaji Rp10 juta hingga Rp25 juta per bulan,” terangnya.

Saat penggerebekan di salah satu ruko milik tersangka muncikari, lanjut Dirmanto, ditemukan 8 korban perempuan yang di sekap di salah satu kamar. Dari hasil pengembangan polisi kembali mengamankan 11 orang wanita dengan 4 orang diantaranya anak dibawah umur.

“Ke 11 wanita ini kami amankan dari salah satu perumahan di kawasan Pandaan Pasuruan.  Korban yang tertarik untuk melamar dan mendatangi lokasi langsung dilakukan penyitaan handphone dan disekap di salah satu ruangan,” jelasnya.

Dari pengungkapan kasus perdagangan orang berkedok warung kopi  ini,  pihaknya berhasil menyita barang bukti berupa uang hasil transaksi perdagangan orang,  ponsel, buku tabungan serta beberapa alat kontrasepsi.

“Para tersangka , kami jerat dengan undang-undang tindak pidana perdagangan orang serta undang-undang tindak pidana pencucian uang serta undang undang perlindungan anak,” tandasnya.



Baca Juga: Warung Kopi Buka Lowongan Pekerjaan, Ternyata 19 Wanita Jadi Korban Disekap
6 Mitos Seputar Kopi yang Belum Terbukti Kebenarannya