Guru Besar FKUI Ingatkan Masalah Kesehatan Usai Bencana Gempa Cianjur

Menteri Sosial Tri Rismaharini memberikan bantuan makanan siap saji untuk penyintas gempa M 5,6 di RSUD Sayang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Selasa (22/11/2022). (Antara/Devi Nindy)

Editor: Yoyok - Selasa, 22 November 2022 | 11:00 WIB

Sariagri - Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof Tjandra Yoga Aditama mengingatkan berbagai masalah kesehatan yang timbul sesudah bencana seperti gempa di Cianjur pada Senin (21/11), bahkan termasuk gagal multi organ.

"Atau infeksi berat sampai dapat terjadi sepsis dan lainnya. Tentu juga perlu diwaspadai perburukan penyakit kronik yang memang sudah ada pada warga sejak sebelum gempa," ujar Prof Tjandra, Selasa (22/11/2022).

Prof Tjandra juga mengingatkan adanya kemungkinan merebaknya penyakit menular, yaitu penyakit yang ditularkan melalui air atau water-borne disease, penyakit menular lewat makanan atau foodborne disease, penyakit paru dan pernapasan serta penyakit yang menular melalui kontak langsung antar manusia.

Menurut dia, masalah-masalah ini harus diantisipasi sejak sekarang. Upaya pencegahan terhadap dampak kesehatan selanjutnya, sesudah yang terjadi di jam-jam dan hari-hari pertama sesudah gempa perlu dilakukan.

"Segera menerapkan strategi pengendalian penyakit, baik menular maupun tidak menular yang kronik," kata mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara itu.

Lebih lanjut, langkah kesehatan yang juta perlu dilakukan yakni penilaian cepat apa yang dibutuhkan segera atau rapid needs assessments dan mengevaluasi sumber daya yang tersedia dibandingkan dengan kebutuhan yang diperlukan.

"Dalam hal ini pengaturan pelayanan di RS di Cianjur dan sekitarnya sebaiknya jadi prioritas utama untuk dilaksanakan," saran Prof Tjandra.

Bantuan Logistik dari Mensos

Sementara itu, Menteri Sosial Tri Rismaharini membawa bantuan logistik mulai dari kebutuhan tenda, velbet hingga makanan siap saji untuk korban gempa di RSUD Sayang, Kabupaten Cianjur.

Pantauan Antara di lokasi, masih terdapat penyintas di RSUD Sayang yang tidur tanpa menggunakan velbed, sebab ketersediaannya yang pada saat itu masih terbatas.

Dengan bertambahnya penyintas yang dibawa ke rumah sakit tersebut, Mensos menginstruksikan jajarannya untuk menyusun velbed Kementerian Sosial yang akan digunakan sebagai tempat tidur korban luka-luka.

Selain itu, Mensos juga menginstruksikan pembangunan tenda besar untuk memuat lebih banyak lagi penyintas gempa yang berdatangan dari mobil ambulans.

Kebersihan juga menjadi perhatian utama Mensos Risma, sehingga dia mengomandoi jajarannya untuk membersihkan sampah yang berceceran di sekitar lokasi istirahat para penyintas.

Bantuan berupa biskuit hingga makanan siap saji dibagikan kepada para penyintas yang tengah beristirahat di bawah tenda-tenda yang didirikan.

Saat ini, Kementerian Sosial menyiapkan sekitar 1.000 tenda besar di tujuh kecamatan terdampak gempa di Kabupaten Cianjur.

Baca Juga: Guru Besar FKUI Ingatkan Masalah Kesehatan Usai Bencana Gempa Cianjur
Hore! Nelayan dan Tukang Ojek Dapat BLT BBM Rp705.000

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mencatat selain 162 orang tewas, sebanyak 326 luka berat/ringan, 2.345 rumah rusak berat, dan 13.400-an pengungsi. 

Dari laporan BMKG, gempa bumi terjadi pukul 13.21 WIB, Senin, 21 November 2022. Gempa berpusat di 10 km arah barat daya dari Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, dengan kedalaman gempa 10 km. Gempa tidak berpotensi tsunami.