Tradisi Purak Gunungan Tumpeng Agung, Sebuah Ungkapan Syukur Hasil Panen

Tradisi purak gunungan di Jombang. (Sariagri/Arief L)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Senin, 21 November 2022 | 11:30 WIB

Sempat 2 tahun ditiadakan, lantaran pandemi Covid-19, tradisi sedekah bumi akhirnya bisa kembali digelar warga Dusun Banjarkerap, Desa Banjardowo, Kecamatan Kota, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

Ratusan warga dari berbagai pelosok desa terlibat saling dorong demi bisa mendapatkan aneka sayuran, buah, jajanan hingga kebutuhan sandang yang tersusun di atas gunungan tumpeng raksasa.

Kepala Dusun Banjarkerep, Muhammad Khozin mengatakan tradisi rebutan gunungan tumpeng agung setinggi 3 meter ini diselenggarakan dalam rangka sedekah bumi atas hasil panen yang berlimpah.

“Ada sebanyak 6 gunungan tumpeng yang merupakan hasil sumbangan tiap RT di Dusun Banjarkerap. Tiap RT menyumbangkan 2 tumpeng raksasa yang didalamnya berisi komoditi sayuran,buah, jajanan hingga sandangan berupa pakaian, sarung,celana pendek, sandal dan lain sebagainya,” tutur Muhammad Khozin kepada Sariagri.

 

Sebelum dipurak (diperebutkan) warga, imbuhnya. Gunungan tumpeng raksasa lebih dulu diarak keliling kampung. Usai dibacakan doa, kepala dusun langsung meniup pluit tanda rebutan isi gunungan tumpeng dimulai.

Baca Juga: Tradisi Purak Gunungan Tumpeng Agung, Sebuah Ungkapan Syukur Hasil Panen
Bantu Petani di Hari Pangan, Duta Petani Milenial Bagi-bagi Hasil Panen Gratis ke Warga

Tampak para warga yang di dominasi ibu-ibu ini langsung merangsek menuju gunungan dan mengambil beberapa sayuran maupun buah dan jajanan yang tersedia. Tak hanya rebutan, sebagian warga juga ada yang memanjat area gunungan guna mendapatkan sayuran lebih banyak.

“Hanya dalam hitungan menit, seluruh barang yang diletakkan di 6 gunungan tersebut ludes tak tersisa. acara sedekah bumi ini bertujuan untuk mempererat tali silahturahmi antar warga dan juga sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan atas hasil bumi yang melimpah tahun ini,” pungkasnya.