Status KLB Dikibarkan, Awas! Polio Bisa Picu Kelumpuhan Permanen

Virus polio. (Foto: Wikimedia Commons)

Editor: Yoyok - Sabtu, 19 November 2022 | 18:00 WIB

Sariagri - Pemerintah mendadak menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) usai sebelumnya polio dinyatakan eradikasi.

Ketetapan KLB diberlakukan lantaran bahaya polio bisa memicu kelumpuhan permanen bahkan hingga kematian. Khususnya bagi anak berusia di bawah lima tahun yang belum divaksinasi polio.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan, Maxi Rein Rondonuwu mengatakan penyebabnya adalah cakupan imunisasi polio yang rendah di 30 provinsi dan 415 kabupaten/kota. 

Catatan ini berdasarkan data dua tahun sebelumnya."Ini kalau lihat 30 provinsi dan 415 kabupaten/kota, semua termasuk kriteria tinggi untuk cakupan imunisasi polio yang rendah," kata Maxi dalam konferensi pers, Sabtu (19/22).

"Jadi kita di Indonesia ini berisiko tinggi untuk terjadinya KLB Polio," kata Maxi.

Pemerintah menetapkan status KLB polio seiring dengan penemuan satu kasus di Pidie, Aceh. Anak yang terkena polio berusia tujuh tahun dan dilaporkan belum pernah menerima vaksinasi apapun, berakhir lumpuh.

Pemerintah mengidentifikasi kasus polio di 10 Oktober 2022. Namun, yang bersangkutan sudah mulai mengeluhkan gejala awal 6 November 2022 yakni muncul demam dan kelemahan alat gerak.

Barulah di 18 Oktober 2022 ia melakukan pemeriksaan lanjutan di laboratorium. Benar saja, hasil sampel menunjukkan positif virus polio.

Bupati Pidie Wahyudi Adisiswanto menyebut ada dua faktor di balik temuan kasus polio. Pertama, dikaitkan dengan cakupan vaksinasi polio yang rendah di daerah tersebut sehingga tidak memiliki ketahanan melawan virus polio.

"Kedua, kondisi lingkungan yang kotor karena buang air besar sembarangan di kebun atau dekat sumber air yang digunakan masyarakat," jelasnya.

Baca Juga: Status KLB Dikibarkan, Awas! Polio Bisa Picu Kelumpuhan Permanen
Minimalisir Resistensi Obat, Produsen Diminta Pasang Label Antimikroba

Virus polio merupakan penyakit menular yang bisa menyebabkan kelumpuhan seperti yang terjadi pada anak di usia 7 tahun. Asal muasal diyakini dari sumber air tercemar tinja seseorang dengan infeksi polio.

Kepala Biro Komunikasi Kemenkes RI dr Siti Nadia Tarmizi menyebut status polio sebelumnya memang sudah eradikasi. Namun, tidak menutup kemungkinan untuk kembali ditetapkan KLB jika ditemukan kembali satu kasus terinfeksi polio.

"Memang sudah eradikasi tapi kalau satu kasus jadinya disebut KLB," tegas dr Nadia.