Ditemukan Kasus Penyakit Kencing Tikus di Daerah Ini

Ilustrasi Tikus (Pixabay)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Jumat, 18 November 2022 | 17:15 WIB

Sariagri - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu, Jawa Timur, mencatat ada satu temuan kasus leptospirosis atau yang lebih dikenal dengan penyakit kencing tikus, di wilayah itu pada periode Januari hingga 15 November 2022.

Kepala Dinkes Kota Batu, drg Kartika Trisulandari mengatakan bahwa memang ada satu kasus leptospirosis di wilayah tersebut. Namun sudah tertangani dan kondisi pasien sudah dinyatakan sembuh.

"Benar ada temuan satu kasus, saat ini sudah sembuh," kata Kartika, namun tidak merinci terkait rincian informasi temuan kasus leptospirosis tersebut.

Ia menjelaskan, penyakit kencing tikus disebabkan oleh adanya bakteri leptospira yang bisa disebarkan melalui urine serta darah hewan yang terinfeksi. Selain itu, penyakit tersebut juga menyebar melalui air atau tanah yang sudah terkontaminasi urine hewan yang terinfeksi.

Menurutnya, sejumlah hewan yang bisa menjadi perantara untuk menularkan penyakit tersebut adalah tikus, sapi, babi dan anjing. Seseorang bisa tertular penyakit tersebut jika terkena urine dari hewan yang sakit.

"Seseorang bisa tertular jika terkena urine, air, bahkan tanah yang terkontaminasi bakteri leptospira," ujarnya.

Ia menambahkan, penyakit tersebut memang memiliki tingkat penularan yang cepat. Namun, dengan penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) khususnya pada lingkungan sekitar, penularan penyakit tersebut bisa dicegah.

"Ketika melakukan aktivitas di genangan air, menggunakan pelindung. Kemudian juga rutin menjaga lingkungan agar tetap bersih," kata Kartika Trisulandari.

Baca Juga: Ditemukan Kasus Penyakit Kencing Tikus di Daerah Ini
Hasil Diagnosa Sembilan Pasien yang Dicurigai, Tidak terbukti Cacar Monyet

Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan, gejala penyakit lepstospirosis antara lain adalah demam mendadak, lemah, mata merah, kekuningan pada kulit, sakit kepala dan nyeri otot betis.

Penyakit leptospirosis ditularkan melalui kencing tikus berupa bakteri yang masuk melalui kulit lecet, atau selaput lendir pada saat terjadi kontak dengan air genangan, yang sudah terkontaminasi bakteri tersebut.