Dalang Gagal Ginjal di Obat Sirop, BPOM Telusuri Penyalur Bahan Kimia

Ilustrasi obat Sirop. (Pixabay)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Rabu, 9 November 2022 | 13:45 WIB

Sariagri - Kasus merebaknya penyakit gagal ginjal pada balita, membuat Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melakuan penelusuran terhadap penyalur pelarut propilen glikol yang digunakan dalam sejumlah produk obat sirop.

Kepala BPOM Penny K Lukito mengatakan, produk-produk obat sirup yang telah dicabut izin edarnya menggunakan propilen glikol, yang mengindikasi adanya cemaran dalam proses pembuatannya.

“Serangkaian pemeriksaan intensif telah dilaksanakan dalam rangka penelusuran distributor-distributor dari pemasok pelarut propilen glikol yang sampai ke industri farmasi yang melakukan produksi sirop obat yang tidak memenuhi persyaratan,” jelas Penny dalam keterangan pers, Rabu, (9/11/2022).

Dia menjelaskan, proses penelusuran jalur distribusi yang dilakukan BPOM tergolong panjang mulai dari importir, distributor, pedagang besar bahan kimia hingga produsen obat-obatan

Baca Juga: Dalang Gagal Ginjal di Obat Sirop, BPOM Telusuri Penyalur Bahan Kimia
Bertambah Lagi Perusahaan Farmasi Gunakan Bahan Pelarut Propilen Glikol

BPOM melakukan penelusuran berbekal dokumen-dokumen yang dimiliki dari pemeriksaan yang telah dilakukan.

Sekadar informasi, BPOM telah mencabut izin edar dari 69 jenis obat sirup yang diproduksi tiga perusahaan: PT Yarindo Farmatama, PT Universal Pharmaceutical Industries, dan PT Afi Farma.

BPOM RI menjelaskan bahwa obat-obatan sirup yang dicabut izin edarnya teruji mengandung cemaran Etilen Glikol (EG) dan Dietilen Glikol (DEG) melebihi ambang batas aman.