Pekalongan Diprediksi Tenggelam pada 2035

Ilustrasi Banjir (Pixabay)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Senin, 7 November 2022 | 17:30 WIB

Sariagri - Sebuah kabar mengejutkan bahwa Kota Pekalongan, Jawa Tengah diprediksi akan tenggelam pada 2035. Hal ini diungkapkan dalam sebuah seminar daring yang digelar Kamis (3/11/2022).

Adapun penyebabnya, permukaan tanah di bagian utara Pulau Jawa itu terus turun. Bahkan, di salah satu titik, permukaan tanah turun hingga 11.9 cm dalam kurun dua tahun.

Hal tersebut seperti yang dikatakan Slamet Miftakhudin, selaku Perencana Ahli Madya, Bappeda Kota Pekalongan.

"Patok dipasang di sejumlah titik untuk mengetahui penurunan muka tanah, sejak tahun 2020 lalu. Penurunan yang tinggi di Stadion Hoegeng dan TPA Degayu," ucapnya dalam seminar tersebut.

Ia juga mengungkap perkiraan di tahun 2035 Kota Pekalongan yang akan tenggelam berada di bawah air.

"Dari hasil permodelan genangan spasial pada tahun 2035, 90 persen, wilayah Kota. Pekalongan akan di bawah air, ya akan tenggelam," katanya.

Di tahun itu, menurutnya, persentase area perumahan yang terkena dampak banjir (rob) akan meningkat 100 kali lipat.

Pernyataan tersebut diperkuat dengan penelitian yang dilakukan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Dalam permodelan yang dilakukan, lembaga itu juga memprediksi kota itu bakal tenggelam.

"Dari penelitian yang dilakukan oleh BRIN, Pekalongan mengalami laju penurunan tanah yang cukup tinggi bahkan melebihi Jakarta," kata Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Galdita A. Chulafak.

Galdita memprediksi laju penurunan tanah bertambah atau berkurang tiap tahunnya. Jika mengambil rata-rata tengah laju penurunan tanah 6 cm/tahun di Pekalongan, hitungan tanpa memperhatikan parameter lain memungkinkan terjadinya penurunan muka tanah hingga 60 cm dalam 10 tahun ke depan.

Baca Juga: Pekalongan Diprediksi Tenggelam pada 2035
Biosoy, Kedelai Rakitan Balitbang Pertanian Dikembangkan di 5 Provinsi

"Padahal sebagian wilayah Kota Pekalongan sudah ada yang mempunyai elevasi di bawah 0 mdpl. Tinggal kita hitung perkiraan, misalnya elevasi tertinggi adalah 4 mdpl atau 400 cm di atas permukaan laut, dibagi enam, mungkin tenggelam seluruhnya sekitar 66 tahun lagi," ujar dia.

"Kalau memakai kemungkinan terburuk 11 cm, ya semua wilayah yang elevasi kurang dari 1 meter kira-kira bakal tenggelam 9 tahun lagi jika tidak dilakukan pencegahan.