Fenomena Langka, Gurun Terkering di Dunia Dihiasi Bunga yang Bermekaran

Ilustrasi bunga bermekaran di Gurun Atacama. (Twitter/Grouse Beater)

Editor: Dera - Kamis, 3 November 2022 | 11:00 WIB

Sariagri - Curah hujan yang tidak biasa membuat bunga bermekaran di gurun Atacama, gurun terkering di dunia yang berada di Chile. Hal tersebut mendorong pemerintah Chile bergerak melindungi daerah tersebut.

Mengutip The Guardian, Presiden Chile Gabriel Boric mengumumkan bahwa area tersebut akan dijadikan taman nasional, status perlindungan tertinggi yang diberikan negara tersebut. Hal ini guna menjaga gurun tetap berbunga, sebuah fenomena langka yang terjadi setiap beberapa tahun.

Meskipun area yang tepat untuk taman nasional belum ditentukan, area yang ditetapkan diperkirakan akan berada di antara kota utara Copiapo dan Vallenar di gurun Atacama, tempat terkering di Bumi.

“Pengumuman ini merupakan berita bagus dan ini sejalan dengan komitmen kami untuk menjadi pemerintahan ekologis yang mengutamakan manusia dan alam,” kata Menteri Lingkungan Chile Maisa Rojas. 

Rojas, seorang ilmuwan iklim terkenal yang duduk di panel antarpemerintah tentang perubahan iklim, mengatakan bahwa orang harus “menghormati gurun bahkan dalam dormansinya karena benih dan umbi masih di sana menunggu siklus baru.”

Tanaman yang tumbuh di gurun tersebut adalah tumbuhan geofit, artinya umbinya berada di bawah tanah selama periode kering. Ketika hujan musim dingin akhirnya tiba, muncul ke permukaan pada musim semi berikutnya. 

Kadal, mamalia, dan serangga berduyun-duyun ke daerah itu ketika bunga-bunga muncul. Rubah gurun, tikus dan guanaco juga bergabung dengan belalang dan kupu-kupu.

Fenomena ini biasanya bersamaan dengan El Nino, fase hangat dari sistem cuaca di perairan tropis Samudra Pasifik yang mendorong curah hujan di daerah pesisir gurun Atacama.

Namun, tahun ini adalah La Nina, siklus dingin, membuat bunga yang bermekaran ini sangat tidak biasa. Pemekaran bunga terakhir terjadi pada 2017 dan para ilmuwan percaya bahwa fenomena tersebut dapat berlangsung hingga akhir November tahun ini.

Baca Juga: Fenomena Langka, Gurun Terkering di Dunia Dihiasi Bunga yang Bermekaran
Waspada, Serangan Penyakit Tanaman Mengintai Saat Musim Hujan

“Semua sistem biologis ekstrem berada di ambang kelangsungan hidup, itulah mengapa sangat penting untuk melindungi mereka,” kata Dr Cristian Atala, seorang profesor di institut biologi Universitas Katolik Valparaíso, yang menyambut baik keputusan pemerintah untuk mendeklarasikan taman nasional.

“Dorongan sekecil apa pun dan siklus ini hilang selamanya karena mereka lebih sensitif daripada kebanyakan,” ungkapnya.