UNICEF Ungkap 70 Persen Air Minum di Indonesia Tercemar Limbah Tinja!

Ilustrasi air minum. (Foto: Pexels)

Penulis: Rashif Usman, Editor: Tatang Adhiwidharta - Jumat, 21 Oktober 2022 | 14:45 WIB

Sariagri - Badan PBB untuk kesejahteraan anak dan perempuan atau UNICEF mengungkapkan, 70 persen air minum dalam rumah tangga di Indonesia tercemar limbah tinja. Water Sanitation and Hygiene (WASH) Specialist UNICEF Indonesia, Maraita Listyasari mengatakan bahwa pernyataan tersebut berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terhadap puluhan ribu rumah tangga di Tanah Air.

"Sebenarnya kalau cerita ini agak menyedihkan, karena ternyata ceritanya betul, studinya dari Kementerian Kesehatan yang dilakukan untuk mengukur kualitas air minum di Indonesia di sekitar 25.000 rumah tangga di Indonesia di 34 Provinsi. Menyatakan bahwa air dari rumah tangga hampir 70% tercemar limbah tinja," ujarnya dalam konferensi pers, Rabu (19/10).

Maraita pun mendorong perlu perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) untuk menghindari penyakit. Selain itu, ia juga mengimbau masyarakat untuk rutin melakukan penyedotan septic tank (WC) sebanyak 3-5 kali setiap tahunnya. Kemudian, memasang WC yang benar atau terhubung dengan sistem perpipaan, di mana penyakit bisa menyebar melalui manusia, dan adanya tanah atau lahan yang tercemar.

Baca Juga: UNICEF Ungkap 70 Persen Air Minum di Indonesia Tercemar Limbah Tinja!
Penelitian: Seperempat Populasi Dunia Berisiko Hadapi Bencana Banjir

"Untuk meminimalisasi terjadinya penyakit pastikan toilet di rumah terhubung dengan sistem perpipaan atau WC. Kemudian, sedot 3-5 kali setahun dan jangan tunggu sampai penuh," jelasnya.

"Virus bakteri bisa lewat mana saja, kalau sanitasi tidak dikelola dengan baik, maka pencemaran bisa terjadi dimanapun. WHO menunjukkan alur penyakit ini bisa masuk ke tubuh manusia, dari jari, lalat yang hinggap di makanan, lahan atau tanah, cairan dan makanan," tambahnya.