PBB Peringatkan Bahaya Ancaman Plastik bagi Kesehatan Tanah di Dunia

Ilustrasi sampah plastik (piqsels)

Editor: Dera - Selasa, 18 Oktober 2022 | 17:00 WIB

Sariagri - Sebuah laporan baru dari Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa memperingatkan penumpukan sampah telah mengancam kesehatan tanah di seluruh dunia. Laporan itu juga merekomendasikan untuk penggunaan bahan plastik yang dapat terurai di sektor pertanian.

"Kami mulai memahami bahwa penumpukan plastik dapat memiliki dampak luas pada kesehatan tanah, keanekaragaman hayati dan produktivitas, yang semuanya penting untuk ketahanan pangan," kata rekan penulis laporan tersebut, Profesor Elaine Baker dari University of Sydney.

Melansir UPI.com, plastik dapat terurai menjadi pecahan yang mempengaruhi retensi air tanah dan mengganggu kemampuan tanaman untuk menyerap air dari akarnya.

"Meningkatkan input plastik mikro ke tanah pertanian berpotensi menghasilkan dampak yang parah, termasuk penurunan produktivitas tanah dan pengangkutan plastik mikro ke lingkungan perairan" jelas laporan tersebut.

Laporan tersebut juga mengidentifikasi plastik pertanian seperti selubung benih, film pelindung, dan produk yang ditambahkan ke pupuk biosolid, sebagai kontributor utama peningkatan kontaminasi plastik.

Ini menunjuk pada mikroplastik yang ditemukan dalam pupuk sebagai faktor tunggal terbesar yang berkontribusi terhadap kontaminasi plastik dan menunjukkan bahwa pupuk yang dihasilkan dari air limbah menyebabkan kontaminasi karena "proses untuk mengubah lumpur limbah menjadi biosolid tidak menghilangkan mikroplastik.

Laporan tersebut menyoroti bahwa beberapa produsen telah menjauhi penggunaan film pelindung plastik dan memproduksi alternatif biodegradable, tetapi memperingatkan bahwa polimer berbasis bio belum tentu biodegradable. Para ahli merekomendasikan bahwa apa yang disebut "tanaman penutup" ditanam untuk membantu tanah mempertahankan kelembaban sebagai alternatif untuk film plastik.

Baca Juga: PBB Peringatkan Bahaya Ancaman Plastik bagi Kesehatan Tanah di Dunia
Khok Nong Na, Sistem Pertanian Thailand yang Menguatkan Cadangan Pangan



Laporan tersebut juga merekomendasikan agar "pemerintah perlu meningkatkan peraturan dan standar pada mulsa biodegradable, lapisan benih dan pupuk dan produk pertanian lainnya."

Selain itu, laporan tersebut merekomendasikan penggunaan selubung benih yang dapat terurai secara hayati, meningkatkan kesadaran publik akan mikroplastik, menstandarisasi produksi pupuk bio-tanah dan memperkenalkan filter pada mesin cuci untuk menghilangkan mikroplastik