Masalah Krusial, DPR Minta Pengolahan Sampah Jadi Bahan Bakar Diperbanyak

Ilustrasi Sampah. (Sariagri/Pixabay)

Editor: Dera - Selasa, 11 Oktober 2022 | 20:00 WIB

Sariagri - Anggota Komisi V DPR Iis Rosyita Dewi meminta kepada Kementerian PUPR agar memperbanyak pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Refused Derived Fuel (RDF), sebuah tempat pengolahan sampah menjadi bahan bakar, di Kabupaten Bandung. Pasalnya, produksi sampah di Kabupaten Bandung per hari bisa mencapai 1.300 ton, sedangkan yang bisa diangkut hanya sekitar 300 ton per harinya.

"Jadi sama-sama kita bayangkan 1.000 ton sampah lagi tidak terangkut, tentu ini menjadi persoalan yang sampai hari ini belum terselesaikan. Belum lagi Kabupaten Bandung ini banyak sekali wisata yang sedang dikembangkan hampir disetiap kecamatan, tentu ini juga akan menjadi permasalahan baru lagi dengan bertambahnya para wisatawan lokal di luar Kabupaten Bandung akan bertambah produksi sampah baru lagi per harinya," ujar Politisi F-Partai Gerindra itu saat mengikuti Kunker Reses Komisi V DPR mengunjungi TPST Cicukang Oxbow di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Menurut Legislator Dapil Jabar II ini, pembangunan TPST RDF setidaknya bisa mengurangi penumpukan sampah di Kabupaten Bandung, walaupun belum bisa mengurangi banyak karena hanya bisa mengolah 20 ton per hari.

"Untuk itu saya mengusulkan agar pembangunan TPST RDF ini diperbanyak karena masalah sampah di Kabupaten Bandung ini sangat krusial sekali. Semoga ini menjadi pemikiran kita bersama bagaimana kedepan untuk menyelesaikan masalah ini," harap Iis.

Baca Juga: Masalah Krusial, DPR Minta Pengolahan Sampah Jadi Bahan Bakar Diperbanyak
Begini Strategi Pemkab Banyumas Atasi Sampah Plastik

Melansir laman resmi DPR RI, Iis mengatakan terdapat permasalahan juga disetiap kecamatan, yaitu tidak tersedianya tempat-tempat penampungan sampah untuk masyarakat. Jadi hal yang paling mendasar tempat untuk buang sampah saja mereka bingung, yang pada akhirnya mereka buang sampah di jalan, kebun atau di sungai.

"Ini sangat miris sekali, di desanya saja mereka tidak ada fasilitas untuk membuang sampah. Setidaknya para pemangku jabatan di Kabupaten Bandung harus berpikir ayo dimulai dari hal yang kecil dulu dari desa-desa, dari lingkungan terkecil dulu. Kalau misalnya di setiap Desa itu sudah ada tempat pengolahan sampah atau angkutan sampah dan setelah itu ada tempat untuk pengelolaan sampahnya walaupun skalanya kecil, menurut saya itu sudah sangat membantu sekali," ungkap Iis.