Lebih Parah dari Merokok, Kesepian Ternyata Picu Penuaan Dini Lebih Cepat

Ilustasi kesepian atau putus asa. (pixabay)

Editor: Dera - Jumat, 30 September 2022 | 16:15 WIB

Sariagri - Merasa tidak bahagia atau mengalami kesepian mempercepat proses penuaan, yang mana efeknya lebih parah dari merokok. Hal tersebut berdasarkan penelitian baru. 

Sebuah tim internasional mengatakan ketidakbahagiaan merusak jam biologis tubuh, meningkatkan risiko Alzheimer, diabetes, penyakit jantung, dan penyakit lainnya.

Mengutip Study Finds, tim peneliti mendeteksi percepatan penuaan di antara orang-orang dengan riwayat stroke, penyakit hati dan paru-paru, perokok, dan orang dengan kondisi mental yang rentan. 

Menariknya, perasaan putus asa, tidak bahagia, dan kesepian menunjukkan hubungan dengan peningkatan usia biologis pasien lebih berbahaya dari merokok. Temuan ini didasarkan pada studi pertama yang dilatih dan diverifikasi dengan data darah dan biometrik dari hampir 12.000 orang dewasa di Cina.

“Kami menunjukkan faktor psikologis, seperti merasa tidak bahagia atau kesepian, menambahkan hingga satu tahun delapan bulan ke usia biologis seseorang,” kata penulis studi Dr Fedor Galkin dari startup Deep Longevity Limited.

Kesehatan mental memiliki efek yang lebih kuat pada laju penuaan dibandingkan dengan sejumlah kondisi kesehatan dan kebiasaan gaya hidup. Kerusakan molekuler menumpuk dan berkontribusi pada perkembangan kelemahan dan penyakit serius. 

Pada beberapa orang, proses ini lebih intens, suatu kondisi yang oleh para ilmuwan disebut sebagai penuaan yang dipercepat. Untungnya, para peneliti mengatakan peningkatan laju penuaan dapat dideteksi oleh ilmu pengetahuan modern sebelum mengakibatkan konsekuensi yang membawa malapetaka. 

Dengan mengetahui usia biologis, dapat membantu menciptakan terapi anti-penuaan pada tingkat individu dan skala besar. Namun perawatan apa pun perlu fokus pada kesehatan mental seperti halnya kesehatan fisik, catat para peneliti.

Baca Juga: Lebih Parah dari Merokok, Kesepian Ternyata Picu Penuaan Dini Lebih Cepat
Meski Tidak Populer, Buah Aprikot Miliki Manfaat yang Tak Kalah Penting

Bulan lalu, sebuah penelitian di seluruh dunia menemukan kesepian meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. Sebuah analisis Universitas Harvard menggambarkan anak berusia 18 hingga 22 tahun (Gen Z) sebagai “generasi paling kesepian.” 

Data juga menunjukkan kesepian meningkat selama pandemi, dengan orang dewasa muda di bawah 25 tahun, orang dewasa yang lebih tua, wanita, dan individu berpenghasilan rendah paling merasakan efeknya.

 

Video Terkait