Populasi Terus Bertambah, Kesulitan Akses Air Bersih Dunia Bakal Meningkat

Petugas BPBD Kabupaten Cilacap menyalurkan bantuan air bersih untuk warga Desa Cimrutu, Kecamatan Patimuan, Cilacap, Jateng, Jumat (4/6/2021). (Antara)

Editor: Yoyok - Rabu, 28 September 2022 | 19:15 WIB

Sariagri - Tingkat kesulitan masyarakat untuk mengakses air bersih di dunia akan terus meningkat tiap tahunnya. Ini terjadi seiring dengan bertambahnya populasi manusia.

Hal itu diungkapkan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan dalam acara Air untuk Kesejahteraan Bersama - Menuju The 10th World Water Forum 2024 di Bali, Rabu (28/9/2022). 

Luhut mengatakan berdasarkan data organisasi meteorologi dunia disebutkan bahwa seiring dengan bertambahnya populasi manusia, ke depannya kebutuhan air bersih di dunia pun akan terus meningkat. “Jumlah tersebut akan meningkat dari 3,5 miliar orang pada 2018 menjadi 5 miliar orang pada 2050,” katanya. 

Dia menilai pengelolaan akses air perlu menjadi perhatian seluruh pihak di dunia. Untuk itu, sebagai tuan rumah gelaran World Water Forum ke-10 Indonesia harus dapat menjalin kerja sama untuk dalam tata kelola air yang baik. 

"Saya ingin menekankan pemerintah Indonesia berkomitmen penuh untuk mengimplementasikan rencana aksi tersebut dan mendukung upaya pemenuhan ketersediaan air sebagai kebutuhan dasar umat manusia," kata Luhut. 

Luhut menambahkan, akses terhadap air bersih dan sanitasi menjadi satu elemen penting dalam tujuan pembangunan berkelanjutan. Indonesia secara konsisten berupaya untuk berkontribusi mendorong pencapaian dalam bidang akses air bersih dan sanitasi. 

Baca Juga: Populasi Terus Bertambah, Kesulitan Akses Air Bersih Dunia Bakal Meningkat
Ancaman Semakin Nyata, Pemerintah Abai Hadapi Krisis Iklim

Dengan digelarnya WWF-10 diharapkan Indonesia dapat meningkatkan pengetahuan, kerja sama, terutama dalam tata kelola air bersih yang akan diimplementasikan di dalam negeri. 

"Untuk itu saya berharap forum WWF dapat terus meningkatkan dan menguatkan berbagai kerja sama dan mengembangkan tindakan di sektor kesehatan, dan pendidikan, mengurangi ketimpangan, kemiskinan, mendorong pertumbuhan ekonomi serta mengatasi perubahan iklim dan melestarikan lingkungan," ungkapnya.

Video Terkait