Bansos Solusi Naiknya Harga BBM, Pengamat: Masih Kurang, Harus Ditambah

Presiden Joko Widodo memberikan sejumlah bantuan sosial (bansos) di Pasar Harjamukti, Kota Cirebon, Jawa Barat, Rabu, (13/4). (Antara)

Editor: Reza P - Rabu, 21 September 2022 | 20:30 WIB

Sariagri - Naiknya harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi menimbulkan banyak dampak di berbagai sektor. Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Ahmad Heri Firdaus menilai implikasi akibat naiknya harga BBM menimbulkan inflasi dalam beberapa bulan ke depan.

Menanggulangi lonjakan inflasi yang terjadi, pemerintah menggelontorkan bantuan sosial. Namun rangkaian bantuan sosial ini dinilai tidak mampu menutup dampak dari inflasi yang terjadi. 

"Pemerintah memberikan kompensasi kepada masyarakat yang terdampak secara langsung dengan besaran totalnya Rp24,17 triliun, saya rasa masih kurang," ujar Heri dalam diskusi virtual, Rabu (21/9).

Pandangan ini dinilai sesuai dengan analisis potensi kenaikan kemiskinan yang bisa melebihi tingkat kemiskinan pada masa pandemi sebesar 10,3 persen.

Baca Juga: Bansos Solusi Naiknya Harga BBM, Pengamat: Masih Kurang, Harus Ditambah
Rakyat Kesal, IKN dan Kereta Cepat Tetap Jalan saat Harga BBM Naik

"Seharusnya ditambah bantuan sosialnya," tambahnya. 

Terkait sektor usaha yang langsung berdampak dengan kenaikan BBM, Heri menilai bahwa sudah pasti akan akan ada peningkatan biaya produksi sehingga berpotensi menurunkan daya saing. Heri menambahkan jika biaya energi menjadi salah satu struktur biaya dari struktur biaya produksi.

"Jangan dilupakan bagaimana sektor industri sektor riil ini tetap bisa mempertahankan daya saingnya dan bahkan harus ditingkatkan, tapi tantangan dengan biaya produksi yang semakin meningkat apalagi dengan adanya kenaikan harga BBM," paparnya.

Video Terkait