Rentetan Aksi Tak Ada Hasil, Buruh Siap Demo Besar-besaran di 4 Oktober

Demo menolak kenaikan BBM. (Antara)

Editor: Reza P - Minggu, 18 September 2022 | 08:00 WIB

Sariagri - Belum ada respon positif terhadap tuntutannya, buruh kembali berencana melakukan aksi unjuk rasa lagi soal kenaikan bahan bahan minyak (BBM) dengan skala yang lebih besar. Kali ini, buruh akan melakukan aksi unjuk rasa kenaikan BBM bersama Partai Buruh dan konfederasi buruh yang dilakukan serentak di 34 provinsi di Indonesia.

"Aksi akan dilakukan di tingkat nasional serempak di 34 provinsi pada tanggal 4 Oktober 2022," ujar Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, dalam keterangannya, Sabtu (17/9).

Said Iqbal memaparkan bahwa peserta aksi unjuk rasa dari seluruh Indonesia terdiri atas puluhan ribu buruh dari petani, nelayan, guru honorer, pekerja rumah tangga, hingga pekerja informal.

Aksi ini rencananya akan dipusatkan di sekitar Istana Merdeka, Gambir, Jakarta Pusat. Aksi ini diprediksi akan dihadiri hingga 7.000 orang dari berbagai elemen masyarakat se-Jabodetabek.

"Untuk di Istana aksi akan diikuti kurang lebih 5.000 sampai 7.000 orang se-Jabodetabek, Aksi ini diorganisasir oleh Partai Buruh dan elemen-elemen kelas pekerja yang ada di dalamnya," jelas Said.

Aksi dilakukan untuk menyuarakan tiga tuntutan kepada Presiden Republik Indonesia Joko Widodo. Pertama, menolak kenaikan BBM. Kedua, menolak Undang-Undang Cipta Kerja. Ketiga, meminta kenaikan upah minimum tahun 2023 sebesar 13 persen.

Menurut Said, saat ini harga minyak dunia sudah turun, sehingga Presiden RI Joko Widodo seharusnya kembali menurunkan harga BBM.

"Dengan turunnya harga minyak dunia menuju level 80-an dollar per barel, tidak ada alasan untuk tetap mempertahankan kenaikan harga minyak," ujar Said.

Baca Juga: Rentetan Aksi Tak Ada Hasil, Buruh Siap Demo Besar-besaran di 4 Oktober
Buruh Bakal Demo Sebulan Penuh Tuntut Penolakan Kenaikan Harga BBM

Dia menambahkan, jika pemerintah mengabaikan aksi unjuk rasa serentak 4 Oktober 2022, para peserta aksi akan melakukan mogok nasional akhir November atau awal Desember mendatang.

"Bisa dipastikan pada akhir November atau awal Desember 2022, Partai Buruh bersama 60 konfederasi serikat buruh tingkat nasional, serikat petani Indonesia akan menggelar mogok nasional, stop produksi," ujar Said.