Rawan Penyalahgunaan, Erick: Data BLT Bansos yang Diterima Buka dari Kami

Menteri BUMN Erick Thohir. (Antara Foto/Dhemas Reviyanto/wsj)

Editor: Reza P - Senin, 12 September 2022 | 11:00 WIB

Sariagri - Kementerian BUMN mendorong adanya perbaikan data penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) BBM dan bantuan sosial (bansos). Hal ini penting dilakukan untuk menghindari adanya penyalahgunaan dan salah sasaran penerimaan.

"Kita sangat mendorong data-data ini (BLT BBM dan Bansos) diperbaiki, karena jangan sampai juga teman-teman yang ada di BUMN nanti terjebak, seakan-akan kita yang menyalahgunakan data ini untuk kepentingan BUMN itu sendiri," jelas Menteri BUMN, Erick Thohir, Senin (12/9). 

Erick menambahkan jika Kementerian BUMN melalui Himbara dan PT Pos Indonesia (Persero) hanya menjalankan penugasan pemerintah terkait penyaluran BLT dan bansos. Data penerima yang ada bukan berasal dari internal Kementerian BUMN ataupun perusahaan pelat merah. 

"Untuk BLT dan bansos kita pastikan data yang diterima buka dari kami. Kami hanya mengerjakan sesuai dengan penugasan, apa yang dilakukan Himbara, apa yang dilakukan PT Pos, itu semua bukan dari kami," katanya. 

Namun Erick tetap menjamin penyaluran BLT sebagai bantuan sosial atas kebijakan pengalihan subsidi BBM melalui Pos Indonesia berjalan tepat waktu dan sasaran.

Baca Juga: Rawan Penyalahgunaan, Erick: Data BLT Bansos yang Diterima Buka dari Kami
Erick Thohir Pastikan Gaji Karyawan BUMN Naik Imbas Kenaikan Harga BBM

Pemerintah akan menyalurkan BLT BBM kepada 20,6 juta masyarakat penerima manfaat dengan besaran bantuan Rp150 ribu per orang selama empat bulan (Total Rp600 ribu). Pemberian BLT BBM itu akan dilakukan sebanyak dua kali.

"Ini kita terbuka secara transparan dan kita mendukung, data ini penting agar tepat sasaran, ini yang kita dorong," ungkapnya.

Video Terkait