Ilmuwan Kembangkan Pendeteksi Covid-19 Lewat Aplikasi Suara

Ilustrasi Covid-19. (Pixabay)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Rabu, 7 September 2022 | 10:30 WIB

Sekelompok ilmuwan sedang mengembangkan aplikasi ponsel yang dapat mendeteksi Covid melalui pendeteksian suara dengan potensi presisi tinggi menggunakan kecerdasan buatan (AI).

Model AI dikatakan 89% akurat dan murah untuk digunakan, yang berarti dapat diadopsi di negara-negara berpenghasilan rendah di mana tes PCR lebih mahal. Para ilmuwan menyebut hasil dapat diberikan dalam waktu kurang dari satu menit dan menjadi pencapaian signifikan dalam akurasi tes aliran lateral.

Infeksi biasanya berdampak pada saluran pernapasan bagian atas dan pita suara, sehingga para peneliti memutuskan menganalisis perubahan suara menggunakan model AI untuk mendeteksi virus corona.

Seorang peneliti di Institut Ilmu Data Universitas Maastricht di Belanda, Wafaa Aljbawi, menjelaskan penemuan tersebut merupakan hal menjanjikan karena menunjukkan bahwa rekaman suara sederhana dan algoritma AI yang disempurnakan berpotensi mencapai presisi tinggi dalam menentukan pasien mana yang terinfeksi Covid-19.

Tes semacam itu dapat diberikan tanpa biaya dan mudah diinterpretasikan. Selain itu, pengujian tersebut memungkinkan pengujian jarak jauh dan virtual, serta memiliki waktu penyelesaian kurang dari satu menit,” terangnya, seperti dikutip Sky News.

Data yang digunakan berasal dari aplikasi crowd-sourcing COVID19 Sounds dari University of Cambridge. Data itu termasuk 893 sampel audio dari 4.352 orang sehat dan tidak sehat.

Pengguna perlu memberikan informasi tentang riwayat kesehatan mereka, status merokok dan demografi, serta merekam beberapa suara pernapasan, seperti batuk dan membaca kalimat pendek.

Teknik analisis suara—disebut Mel-spektogrammengidentifikasi fitur suara yang berbeda untuk "menguraikan banyak sifat suara peserta".

Aljbawi menambahkan, hasil analisa menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam akurasi diagnosis Covid-19 dibandingkan dengan tes canggih seperti tes aliran lateral.

Baca Juga: Ilmuwan Kembangkan Pendeteksi Covid-19 Lewat Aplikasi Suara
Deltacron Varian Gabungan BA.1 dan B.1617.2

Tes aliran lateral memiliki sensitivitas hanya 56%, tetapi tingkat spesifisitas yang lebih tinggi 99,5%. Hal itu penting karena menandakan bahwa tes aliran lateral salah mengklasifikasikan orang yang terinfeksi sebagai negatif Covid-19 lebih sering daripada tes kami,” paparnya.

Penelitian ini rencananya dipresentasikan pada Kongres Internasional Masyarakat Pernafasan Eropa di Barcelona pada hari Senin (5/9/2022).