Setelah BBM, Harga Tarif Air juga Bakal Ikutan Naik

Ilustrasi air. (pixabay)

Editor: Dera - Senin, 5 September 2022 | 15:30 WIB

Sariagri - Tak hanya harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite, Solar dan Pertamax yang mengalami kenaikan, warga pun kini harus bersiap-siap dengan kenaikan harga tarif air. 

Bahkan, PDAM Tirta Bhagasasi Bekasi sebelumnya mengatakan bahwa pihaknya bakal memberlakukan penyesuaian tarif air untuk klasifikasi golongan tertentu demi meningkatkan layanan pelanggan.

"Penyesuaian tarif ini yang pertama kami lakukan setelah lebih dari enam tahun dengan tujuan peningkatan pelayanan pelanggan serta perluasan cakupan layanan," kata Direktur Utama PDAM Tirta Bhagasasi Bekasi Usep Rahman Salim di Cikarang, pada Kamis (1/9/2022). 

Adapun klasifikasi golongan pelanggan rumah tangga terbaru dari semula tiga golongan pelanggan yakni rumah tangga 1 (kecil), rumah tangga 2 (sedang), dan rumah tangga 3 (besar) menjadi empat golongan dengan penambahan golongan rumah tangga 4 (mewah). 

Kebijakan penyesuaian tarif ini berdasarkan Keputusan Bupati Bekasi dan Wali Kota Bekasi nomor HK.02.02/Kep.386-rek/2022 dan nomor 539/Kepber.02-Ek/VIII/2022 tanggal 15 Agustus 2022 yang diberlakukan untuk pemakaian air pada September 2022 atau masa bayar Bulan Oktober 2022.

"Berdasarkan reklasifikasi ini, penyesuaian tarif diberlakukan bagi dua golongan terakhir yakni besar dan mewah," ucapnya.

Bagi rumah tangga 3 (besar) dengan pemakaian 0-10 meter/kubik pertama tarif tidak berubah sedangkan pemakaian 11-20 meter/kubik dilakukan penyesuaian tarif dari semula Rp9.000 per meter/kubik menjadi Rp10.400 per meter/kubik.

Kemudian untuk pemakaian lebih dari 21 meter/kubik juga telah disesuaikan dari semula Rp11.100 per meter/kubik menjadi Rp13.200 per meter/kubik.

Sementara untuk tarif golongan baru yakni rumah tangga mewah untuk 0-10 meter/kubik sebesar Rp10.400 per meter/kubik, 11-20 meter/kubik sebesar Rp 13.200 per meter/kubik, dan pemakaian di atas 21 meter/kubik tarifnya sebesar Rp14.500 per meter/kubik.

Pelanggan golongan rumah tangga mewah berlaku bagi mereka yang tinggal di kawasan perumahan elit atau real estate. Beberapa perumahan yang masuk kategori rumah tangga mewah yakni Kemang Pratama dan Villa Kartini.

"Jadi kami pastikan penyesuaian tarif ini tidak berlaku bagi rumah tangga kecil dan sedang. Tapi untuk rumah tangga besar dan mewah. Untuk rumah tangga kecil dan sedang, serta pelanggan sosial tidak ada perubahan tarif," kata Usep.

Baca Juga: Setelah BBM, Harga Tarif Air juga Bakal Ikutan Naik
Apakah Pengendara Motor Wajib Daftar MyPertamina? Ini Penjelasannya

Selain pelanggan rumah tangga, penyesuaian tarif juga diberlakukan bagi golongan niaga dan industri dan pelanggan khusus semisal untuk penjualan air curah dan mobil tangki. Semula tarif air untuk mobil tangki sebesar Rp18.500 menjadi Rp50.000.

Usep memastikan penyesuaian tarif tersebut masih jauh dari batas atas yang ditetapkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

"Tarif atas dari Pemprov Jabar itu Rp19.200 meter per kubik sedangkan kami Rp12.000 sehingga masih jauh di bawah. Penyesuaian tarif berdasar pertimbangan keadilan sehingga hasilnya nanti akan disubsidi silang ke pelanggan yang membutuhkan. Penetapan tarif progresif ini juga dalam rangka upaya penghematan penggunaan air minum," ungkapnya.