La Tomatina, Festival 'Perang Tomat' yang Curi Perhatian Dunia

La Tomatina, festival perang tomat. (hurriyetdailynews)

Editor: Dera - Sabtu, 3 September 2022 | 20:00 WIB

Sariagri - Setelah dua tahun tak di gelar akibat pandemi, Festival perang tomat terpopuler di Spanyol kembali di adakan di kota Bunol.

Festival tahunan bertajuk La Tomatina ini dihadiri ribuan warga lokal maupun turis mancanegara, di mana mereka memenuhi jalan-jalan dan saling melemparkan tomat.

Di Spanyol, Festival yang disebut sebagai 'pertarungan makanan terbesar di dunia' ini telah menjadi daya tarik utama bagi orang asing, khususnya dari Australia, Inggris, Jepang dan Amerika Serikat.

Namun menurut pejabat setempat, tahun ini tiket yang terjual mencapai 15.000, dari 20.000 tiket yang tersedia. Hal ini disebabkan lebih sedikit orang dari Asia yang melakukan perjalanan karena pembatasan COVID-19.

130 Ton Tomat Disebar di Jalanan

Festival La Tomatina yang digelar pada Rabu (31/8) berlangsung sangat meriah. Sebuah konvoi yang terdiri dari 6 truk, mendistribusikan sekitar 130 ton tomat matang ke jalan-jalan tempat berlangsungnya festival.

Saat festival di gelar, hanya dalam beberapa menit jalanan sudah dipenuhi cairan merah. Orang-orang bersuka ria. Mereka mengambil tomat-tomat yang bercecer di jalan dan saling melempar tomat satu sama lain.

Beberapa pengunjung memakai kacamata untuk melindungi mata mereka, sebagian tampak berbaring atau meluncur di jalan yang dipenuhi sisa-sisa tumpukan tomat.

"Kami datang ke 'Tomatina' karena itu hal paling gila yang pernah kami lihat di sini," ujar Patricio, seorang turis dari Meksiko, seperti dilaporkan Hurriyet Daily.

Kota berpenduduk sekitar 9.500 orang itu sejak 2013 membebankan biaya partisipasi untuk mengendalikan meningkatnya jumlah orang yang berbondong-bondong ke festival, yang terakhir diadakan pada 2019 sebelum COVID-19 berakhir.

“Kami sangat ingin melanjutkan pesta tercinta, untuk sekali lagi bisa saling melempar tomat dan melepaskan semua adrenalin yang kami bangun selama dua tahun terakhir ini,” kata Maria Valles, anggota dewan kota untuk pariwisata kota Bunol.

Perang makanan yang cukup terkenal ini diikuti oleh berbagai rangkaian acara termasuk konser dan kontes yang berlangsung hingga malam.

Baca Juga: La Tomatina, Festival 'Perang Tomat' yang Curi Perhatian Dunia
Viral Emak-emak Bongkar Tomat yang Sudah Dirapikan, Bikin Warganet Geram



Festival Tomatina dimulai pada tahun 1945 ketika penduduk setempat yang berkelahi di jalan di sebuah festival rakyat mengambil tomat dari kios kelontong dan saling melemparkan. Festival ini juga telah mengilhami perayaan serupa di Kolombia, Kosta Rika, Chili, dan Amerika Serikat.

Video Terkait