Terjebak 4 Titik Longsor Pedagang Sayur Gagal Jualan Keliling

Hutan pegunungan longsor akibat alih fungsi. (Foto: Istimewa)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Kamis, 1 September 2022 | 17:15 WIB

Sariagri - Puluhan angkutan sembako dan pedagang sayur mayur keliling terjebak di empat titik longsor di jalur penghubung Mamasa-Mamuju, Sulawesi Barat, sejak Selasa (30/8/2022). Hal ini mengakibatkan pasar terlihat sepi.

Dari adanya kejadian longsor ini sebagian pedagang nekat tetap menjual barangnya dengan menyewa jasa warga. Mereka mengevakuasi motor dan barang dagangan guna bisa melintasi titik longsor.

Para pedagang terjebak di jalan Poros penghubung antara Mamasa-Mamuju, tepatnya di desa Tampak Kurra, Kecamatan Tabullahan, Sulawesi Barat.

Warga dan pedagang sayur keliling yang ingin menjual sembako dan sayur-mayur di berbagai pasar tradisional batal menggelar dagangannya karena mereka terjebak dalam 4 titik longsor di sepanjang jalur tersebut.

Namun bagi para pengguna jalan untuk melewati empat titik longsor bukan perkara mudah. Warga yang bergotong royong mengevakuasi kendaraan yang terjebak berulang kali jatuh melintasi timbunan lumpur bercampur bebatuan.

Ilyas, satu pedagang keliling yang hendak berjualan di pasar tradisional Mamasa terpaksa menyewa jasa warga agar motor dan barang dagangan yang sudah ia beli agar  tidak rusak.

“Terpaksa menyewa jasa warga untuk mengevakuasi motor dan barang dagangan agar tidak terputus di lokasi,”jelas Ilyas, pedagang sembako keliling.

Biaya operasional yang biasanya hanya memakan dana Rp50 ribu kini membengkak jadi Rp150 ribu lantaran biaya jasa terjadinya di sejumlah titik yang tak bisa dilintasi motor. 

Untuk sekali angkut sewanya bervariasi mulai dari Rp15 ribu hingga Rp20 ribu tergantung kondisi medan dan panjangnya timbunan longsor.

Sebelumnya Kapolsek Tabulahan Ipda Samson telah menghubungi pihak balai provinsi agar alat berat bisa ke lokasi untuk membuka akses jalan yang tertutup longsor.

Kabarnya pemerintah setempat telah menawarkan alat berat ke lokasi. Hanya saja akses jalan yang jauh dari kota Mamasa membuat pengerahan alat berat tak bisa tiba di lokasi.

“Mudahan alat berat segera tiba dna mengevaluasi materi longsor yang tidak mungkin dilakukan secara manual karena materilanya banyak dna lokasi ada di empat titik,”jelas Ipda Samson.

Baca Juga: Terjebak 4 Titik Longsor Pedagang Sayur Gagal Jualan Keliling
Efek Pemberitaan Erupsi Semeru, Penjualan Miniatur Truk Kayu Terdongkrak Naik

Meski warga dan aparat keamanan setempat telah melakukan upaya secara manual, namun karena material timbunan lumpur yang meluber dan menutup total seluruh akses jalan mebuat upaya tantangan manual tak bisa dilakukan dengan cepat.

Sedikit perjalanan mereka ke tujuan dan memilih putar haluan, namun tidak sedikit yang tetap nekat longsor meski harus menyewa jasa warga.  

Video Terkait